Breaking News:

PEMBUNUHAN DI BATAM

BREAKING NEWS - Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mandor di Bengkong

Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang mandor oleh anak buahnya di Bengkong Sadai, Batam.

TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mandor proyek, Heru Tunggara (48) di kawasan Bengkong Sadai, Batam, Kepri, Rabu (23/12/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mandor proyek, Heru Tunggara (48) di kawasan Bengkong Sadai, Batam, Kepri Rabu (23/12/2020).

Berdasarkan pantauan TRIBUNBATAM.id di lapangan, petugas Kepolisian sedang melakukan kegiatan rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Terlihat juga kedua pelaku pembunuhan sudah berada di lokasi.

Untuk memudahkan proses rekonstruksi, jalan dari arah Kampung Tua Bengkong Laut menuju Bengkong Sadai ditutup petugas Kepolisian menggunakan garis polisi.

Ratusan warga Bengkong terlihat memadati lokasi rekonstruksi.

Sebelumnya diberitakan, seorang pekerja atau kuli bangunan di Batam nekat menikam mandornya hingga tewas karena kesal hasil kerjanya selama 2,5 bulan tak kunjung diberikan gajinya.

KIni pelaku yang telah menikam Heru, mandor pembangunan di kawasan Ruko Permata Sadai Jaya, Bengkong Sadai, Batam tersebut diamankan Jatanras Polda Kepri.

Sebanyak dua orang terduga pelaku diamankan polisi usai kejadian penikaman tersebut.

Pelaku mengaku kejadian itu berawal dari permasalan gaji pelaku yang belum dibayarkan oleh korban.

Wadirkrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, Rabu (16/12/2020) mengatakan penikaman itu disebabkan gaji yang belum dibayarkan oleh korban.

"Dari keterangan pelaku ia nekat menikam mandornya karena gajinya belum dibayarkan," ujar Ruslan.

Baca juga: KABAR GEMBIRA! Mulai Hari Ini, Kapal Dumai Tujuan Buton Bakal Berlayar Setiap Hari

Ruslan menjelaskan dari hasil keterangan pelaku diketahui ia telah bekerja di kawasan Ruko Permata Sadai Jaya selama 2,5 bulan dan upahnya baru dibayarkan oleh korban Rp 1,2 juta.

"Karena sisa gajinya belum dibayarkan sehingga pelaku MT menagih kepada korban, gajinya itu rencananya untuk dikirimkan ke kampung, tetapi korban belum memberikan sehingga pelaku emosi," ujarnya.

Jika dikalkulasikan pelaku yang telah bekerja selama 2,5 bulan maka seharusnya upah yang harus diterimanya ialah Rp 9 juta tetapi baru dibayarkan Rp 1,2 juta sehingga sisa gaji pelaku Rp 7,8 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved