Kamis, 23 April 2026

BATAM TERKINI

2 Rumah di Batam Longsor, Penghuni 10 Rumah Lain Pilih Bertahan: Kami Tak Ada Uang Ngekos

2 rumah yang ada di RT 04, RW 05, Sei Tering, Melcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar Batam, Kepri longsor.

|
Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
2 rumah yang ada di RT 04, RW 05, Sei Tering, Melcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar Batam, Kepri longsor. 

"Kejadiannya itu sekitar jam 11.30 WIB, sebelum sholat Jumat, waktu itu sedang pasang, ditambah  hujan dan angin kencang, jadi air laut itu menghantam dinding rumah, bukan tongkatnya, sehingga mengakibatkan rumah saya roboh, dan sekarang sudah tidak nampak lagi rumahnya," ujar Immawan.

Ia mengaku saat itu, ombak air laut mencapai 1 hingga 2 meter.

Saat ini, yang dia harapkan adanya bantuan untuk korban bencana ombak besar.

"Ya mudah-mudahanlah dari pihak pemerintah ada memberikan bantuan, setidaknya tempat untuk berteduh," sebutnya.

Wisata Pantai Langsung Ditutup

Memasuki awal tahun 2021, hampir seluruh wilayah di Provinsi Kepri mengalami cuaca ekstrem serta banyak tergenang banjir.

Melihat kondisi saat ini, Gubernur Kepri, Isdianto mengingatkan agar masyarakat Kepri untuk dapat berhati-hati.

"Kita minta masyarakat agar berhati-hati dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrim ini. Ada beberapa wilayah kita yang terkena musibah," ujar Isdianto, Sabtu, (2/1/2020).

Isdianto menambahkan, ia telah menerima langsung laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri Budiharto, saat ini banjir telah meluas di beberapa tempat.

"Seperti di Tanjung Uma, rumah masyarakat habis tersapu ombak ditambah lagi dihantam tongkang. Lalu, di Lingga rumah warga juga roboh disapu ombak. Sedangkan Tanjungpinang, ada beberapa wilayah yang hingga kini masih tergenang air," ungkap Isdianto.

Petugas BPBD dan Tagana telah disiapkan Isdianto sejak sore kemarin, untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

"Petugas kita sudah disiapkan sejak sore kemarin. Saya perintahkan petugas agar membantu dan mengevakuasi masyarakat ke tempat yang kondusif dan mendata kerusakan masyarakat," tegas Isdianto.

Isdianto menegaskan akan segera menutup sementara objek wisata pantai hingga kondisi membaik.

"Saya berencana akan segera menutup objek wisata pantai. Karena, kondisi cuaca ekstrim dan gelombang juga kuat tidak seperti biasanya. Saya tidak ingin ada masyarakat yang menjadi korban. Mungkin, kita tutup untuk sementara waktu hingga cuaca kembali membaik," sebut Isdianto.

Daftar Titik Banjir dan Tanah Longsor

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved