Cuaca Ekstrem, Jalan di Marina Batam Tergenang Air, Lurah Tanjung Riau: Waspada Air Laut Pasang
Warga Marina menyebut, jalan yang tergenang air karena fungsi drainase yang kurang memadai. Lurah Tanjung Riau meminta warga waspada air laut pasang
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Cuaca Ekstrem, Jalan di Marina Tergenang Air, Lurah Tanjung Riau: Waspada Air Laut Pasang.
Hujan selama dua hari sejak Jumat (1/1) membuat sejumlah wilayah terendam banjir.
Kawasan Marina Raya, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri salah satunya.
Hujan yang terus turun mengguyur Kota Batam, membuat saluran drainasi yang ada di pinggir jalan tidak sanggup menampung air hujan.
Seorang warga Marina Raya, Rendi mengungkapkan jika genangan air di jalan menuju kawasan perumahan di Marina Raya sudah terjadi sejak dua hari terakhir.
Sebelumnya, banjir pernah menerjang daerah ini dengan ketinggian air hampir selutut orang dewasa.
"Hari ini banjirnya sudah lumayan, kalau sebelumnya, parah hampir selutut," ucapnya kepada TribunBatam.id, Sabtu (2/1).
Winda, warga lainnya mengatakan banjir di jalan menuju perumahan Marina Raya dikarenakan belum adanya saluran drainase yang baik.
Menurutnya, lokasi tempat ia tinggal masih dalam kawasan pembangunan, sehingga fungsi drainasenya dianggap kurang memadai.
Pantauan terakhir Sabtu (2/1), banjir di jalan di kawasan perumahan Marina Raya, sudah mulai surut.
Air yang menggenangi jalan sudah tinggal semata kaki orang dewasa.
Namun banjir di jalan menuju perumahan di Marina Raya tersebut membuat para pengendara harus berhati-hati agar tidak mengalami mogok.
Sementara motor yang melintas selalu menjadi korban cipratan air dari mobil yang sedang melintas.
Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan mengimbau warga Marina tetap waspada di tengah hujan yang terjadi sejak dua hari terakhir.
Baca juga: Hujan Lebat di Tanjungpinang, Warga Pilih Mengungsi ke Masjid, Rumah Kena Banjir
Baca juga: Tak Peduli Hujan dan Banjir, Satlantas Polresta Barelang Turun ke Jalan Bantu Dorong Kendaraan Mogok
Pasalnya saat ini air pasang laut juga cukup tinggi sejak satu bulan terakhir.
"Saat ini khusus di daerah Marina, terjadi genangan air cukup tinggi. Kami meminta warga untuk tetap waspada," kata Agus.
Agus mengatakan banjir yang terjadi di Marina Raya bukan hanya dikarena hujan yang terus mengguyur Batam.
Namun saat ini air laut juga pasang dari pagi sampai sore hari.
Dia mengatakan untuk daerah Marina, air dari saluran drainase langsung ke laut.
Sementara saat ini hujan terus mengguyur Batam.
Dia juga meminta kepada perangkat RT/RW, agar selalu aktif untuk memberikan informasi kepada kelurahan, jika ada persoalan atau yang diakibatkan hujan yang masih terus turun sampai hari ini.
"Biasanya di akhir tahun, air pasang laut terjadi pagi hari sampai malam hari.
Pasang lautnya juga cukup tinggi, hal ini yang membuat air di saluran drainase tidak mengalir.
Kita berharap hujan ini bisa cepat berhenti, agar warga tidak khawatir dengan kondisi banjir," ujarnya.
Tujuh Rumah di Batu Merah Batam Hilang Dihantam Ombak
Dihantam ombak, tujuh rumah warga di Batu Merah Batam hilang, belasan lainnya rusak ringan.
Tidak hanya di kawasan Marina Raya. Hujan disertai angin kencang ditambah ombak yang terjadi Jumat (1/1/2021) lalu, setidaknya membuat puluhan rumah warga di Kelurahan Batu Merah Batam rusak.
Dari kejadian itu, sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan hilang akibat dihantam ombak.
Tujuh rumah ini bisa dibilang hanyut ke laut sesaat setelah dihantam ombak.
Dari data sementara, tujuh rumah ini masuk kategori rusak parah, sedangkan 15 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Immawansyah (42) salah satu korban yang kehilangan rumah dari dampak terjangan badai mengaku kaget dengan kejadian itu.
"Kejadiannya itu sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelum Salat Jumat. Waktu itu sedang pasang, ditambah hujan dan angin kencang, jadi air laut itu menghantam dinding rumah, bukan tongkatnya, sehingga mengakibatkan rumah saya roboh, dan sekarang sudah tidak nampak lagi rumahnya," ujar Immawan, Sabtu (2/1/2021).
Ia mengaku saat itu, ombak air laut mencapai 1 hingga 2 meter.
Akibat rumahnya hilang dihantam ombak, Immawan dan keluarganya terpaksa mengungsi.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk korban bencana ombak besar.
"Ya mudah-mudahanlah dari pihak pemerintah ada memberikan bantuan, setidaknya tempat untuk berteduh," sebutnya.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 02, Kelurahan Batu Merah, Batu Ampar, Muhammad Ali merinci rumah warga yang terkena musibah.
"Kejadiannya siang sebelum Jumatan, sekitar pukul setengah 12.00 WIB. Kalau di RT 05 ini rumah yang hilang ada 2 dan yang rusak ringan ada 3," kata Muhammad Ali (66) kepada TRIBUNBATAM.id.
Ali menambahkan, selain RT 05, musibah tersebut juga terjadi di RT 03, RT 07.
Akses Jalan Menuju Bandara Sempat Terputus
Batam diguyur hujan selama dua hari telah menyebabkan genangan air dan banjir di sejumlah lokasi di Batam.
Bahkan, saat ini akses jalan menuju Bandara Hang Nadim Batam tak bisa dilewati akibat air di kolam resapan air di kawasan Perumahan Bida Garden, Batam Kota meluap dan menggenangi jalan menuju bandara.
Genangan air ini juga membuat para pengendara yang hendak melewati jalan itu terpaksa putar cari jalan alternatif jika tak ingin terjebak di dalamnya.
Rika, seorang warga yang tinggal di Perumahan Cluster Melati mengatakan, saat ini cukup banyak yang berbelok masuk komplek perumahan untuk mencari jalan alternatif.
"Jalannya tak bisa dilewati karena tergenang air, jadinya banyak mobil yang cari jalan alternatif masuk ke kompleks," katanya.
Untuk menghindari kendaraan terjebak banjir, sejumlah orang juga berinisiatif memberikan informasi ke sesama warga agar menghindari jalan tersebut sementara waktu.
Pesan itu disampaikan lewat WhatsApp dan dibagikan dari grup ke grup,
"Info, bagi bapak ibu yg dari arah nagoya ke bandara atau dari arah nongsa ke nagoya yang melewati depan kolam bida asri 2 untuk melewati jalan alternatif dalam. Karena air di depan kolam bida asri setinggi kurang lebih 1 meter," demikian bunyi pesan yang diterima TribunBatam.id.
Batam Diprediksi Hujan hingga Senin
Sudah hampir dua hari kota Batam dan sekitarnya diguyur hujan ringan hingga lebat dan mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang air.
Kondisi seperti ini diperkirakan Forecaster Stamet Hang Nadim Batam akan terjadi satu hingga dua hari ke depannya.
Diperkirakan cuaca dengan intensitas hujan sedang seperti ini sampai Senin (4/1/2021)," ujar Forecaster Stasiun Meteorologi, Hang Nadim, Fauzan Latif.
Untuk pelayaran di wilayah Kepri gelombang air laut cukup tinggi untuk di perairan Bintan, Lingga Utara, Bangka, Natuna dan Anambas.
"Masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut agar berhati-hati," pesannya.
Forecaster Stasiun Meteorologi, Hang Nadim, juga meminta agar masyarakat tinggal di kawasan pesisir untuk waspada karena pasang tinggi maksimum akan terjadi pada siang ini pukul 12.00 WIB dan pada besok pukul 13.00 WIB.
"Pasang laut maksimum berpotensi hingga tiga meter. Masyarakat sebaiknya tetap waspada," katanya.
Sedangkan untuk penerbangan jarak pandang penerbangan rata rata 1 kilometer.
"Untuk penerbangan,dari Batam ke luar itu waspada, tetapi cenderung lebih aman Batam ke luar dari pada dari luar ke Batam," ujarnya.
Warga Dianjurkan di Rumah Saja
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Kepri akan turun hujan pada Sabtu (2/1/2021).
Di Batam, hujan turun sejak Jumat (1/1/2021) tanpa henti hingga Sabtu pagi.
Prediksi akan turunnya hujan hari ini disampaikan BMKG, melalui rilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kepri pada Sabtu, 2 Januari 2021.
Batam diprediksi tetap turun hujan ringan disertai awan tebal mulai pagi hingga dini hari, dengan suhu 25-31 derajat celsius.
Sedangkan wilayah Bintan dan Tanjungpinang akan terjadi hujan dengan intensitas sedang dari pagi hingga dini hari.
Sementara Karimun, Tarempa, Ranai dan Lingga diperkirakan hujan ringan disertai awan tebal.
Sebelumnya, BMKG menginfokan sebanyak 26 wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem dengan turun hujan lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Dari 26 wilayah termasuk Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Maluku.
Sementara itu, tiga wilayah lainnya yakni Bali, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat akan alami hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Tak hanya itu, BMKG juga meminta masyarakat waspada terkait gelombang tinggi dan air pasang yang berpotensi melanda Kepulauan Riau dan sejumlah wilayah lainnya, Sabtu (2/1/2021).
BMKG menjelaskan, daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terjadi memanjang dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Selat Makassar, Perairan Selatan Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara, Laut Timor hingga Laut Arafuru.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Muhammad Ilham/Alamudin/Hening Sekar Utami)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cuaca-ekstrem-jalan-perumahan-di-marina-terendam-banjir.jpg)