Breaking News:

Rejeki Nomplok di Tengah Pandemi, Butiran Emas di Aliran Sungai, 1 Hari Warga Bergaji Rp 1 Juta

Tidak tanggung-tanggung, dalam 4 hari, seorang warga bisa mengumpulkan uang Rp 4 Juta dari pekerjaan mendulang emas.

Editor: Eko Setiawan
For Serambinews.com
Masyarakat Desa Darul Makmur - Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, berburu butiran emas di tepi Sungai Alas, Minggu (3/1/2021). 

TRIBUNBATAM.id | KUTACANE - Warga Aceh Tenggara seolah mendapatkan rejeki nomplok ditengah pandemi.

Susahnya perekonomian karena Pandemi Covid-19 kini mulai hilang. 

Hal ini dikarenakan adanya sejumlah butiran emas yang berada di aliran sungai.

Tidak tanggung-tanggung, dalam 4 hari, seorang warga bisa mengumpulkan uang Rp 4 Juta dari pekerjaan mendulang emas.

Tak heran, warga yang mengetahui hal tersebut juga melakukan Pendulangan emas di aliran sungai.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 5 Januari 2021, Stabil di Level Rp 975.000 Per Gram

Seorang pendulang emas menunjukkan butiran emas yang didapatkannya beberapa waktu lalu dari kolong bekas galian timah. Banyak warga Dabo Singkep memilih mendulang emas karena harganya yang tinggi.
Seorang pendulang emas menunjukkan butiran emas yang didapatkannya beberapa waktu lalu dari kolong bekas galian timah. Banyak warga Dabo Singkep memilih mendulang emas karena harganya yang tinggi. (tribunnewsbatam.com/abd rahman mawazi)

Di Tengah Pandemi Covid-19 yang melanda Aceh Tenggara, masyarakat  Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawe Alas di Desa Darul Makmur - Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Tenggara, beramai-ramai berburu butiran emas yang diyakini ada di Sungai Alas.

Junada, seorang warga Lawe Penanggalan, mengatakan, masyarakat sejak sepekan ini ramai berburu butiran emas di tepi DAS Kali Alas.

Dia mengakui, selama empat hari ini dia berburu butiran emas di situasi kondisi ekonomi pasca virus corona di Aceh Tenggara, mampu meraih uang mencapai Rp 4 juta.

Hal lain diutarakan warga lainnya. Menurut mereka, rata-rata penghasilan mereka setiap harinya bervariasi dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per harinya tergantung butiran emas yang mereka dapatkan dari Sungai Alas.

Bijih emas yang mereka dapatkan itu mereka jual ke tukang pembuat emas di Pajak Pagi Kota Kutacane.

Baca juga: Seperti Dapat Durian Runtuh, Warga Panen Butiran Emas di Aliran Sungai: Berkah di Tengah Pandemi

Pemasangan Batas Definitif (PAL) Kawasan Hutan yang digelar di Kampung Tua Tereh, Nongsa, Jumat (27/11/2020).
Pemasangan Batas Definitif (PAL) Kawasan Hutan yang digelar di Kampung Tua Tereh, Nongsa, Jumat (27/11/2020). (TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA Humas Pemko Batam)

Menurut dia, butiran emas itu mereka saring menggunakan alat dulang tradisional untuk memilah butiran emas dengan pasir yang ada di tepi Sungai Alas.

Saat ini, sejak adanya butiran emas di Sungai Alas, banyak warga mulai dari ibu-ibu, laki-laki, remaja dan anak-anak ikut berburu butiran emas.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Heboh Butiran Emas di Sungai Alas, Warga Aceh Tenggara Ramai-ramai Jadi Pendulang

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved