Seperti Dapat Durian Runtuh, Warga Panen Butiran Emas di Aliran Sungai: Berkah di Tengah Pandemi
Butiran emas muncul di aliran sungai dan warga kemudian berlomba-lomaba mendulang emas disana. Mereka mengatakan ini berkah di tengah pandemi
TRIBUNBATAM.id | KUTACANE - Tuhan mempunyai cara sendiri untuk memberikan bantuan kepada hambanya.
Ditengah pandemi Covid-19, banyak orang yang kesusahan ekonomi.
Bahkan banyak yang di PHK karena permasalaha ini.
Namun tuhan tidak tidur, terbukti sejumlah warga yang tinggal di Aceh tenggara bak mendapat durian runtuh.
Butiran emas muncul di aliran sungai dan warga kemudian berlomba-lomaba mendulang emas disana.
Baca juga: Rejeki Nomplok di Tengah Pandemi, Ada Butiran Emas di Aliran Sungai, 1 Hari Warga Bergaji Rp 1 Juta
Baca juga: Jelang Tahun Baru 2021, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 menjadi Rp 965.000
Warga Aceg Tenggara seolah mendapatkan rejeki nomplok ditengah pandemi.
Susahnya perekonomian Karena Pandemi Covid-19 kini mulai hilang.
Hal ini dikarenakan adanya sejumlah butiran emas yang berada di aliran sungai.
Tidak tanggung-tanggung, dalam 4 hari, seorang warga bisa mengumpulkan uang Rp 4 Juta dari pekerjaan mendulang emas.
Tak heran, warga yang mengetahui hal tersebut juga melakukan Pendulangan emas di aliran sungai.

Di Tengah Pandemi Covid-19 yang melanda Aceh Tenggara, masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawe Alas di Desa Darul Makmur - Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Tenggara, beramai-ramai berburu butiran emas yang diyakini ada di Sungai Alas.
Junada, seorang warga Lawe Penanggalan, mengatakan, masyarakat sejak sepekan ini ramai berburu butiran emas di tepi DAS Kali Alas.
Dia mengakui, selama empat hari ini dia berburu butiran emas di situasi kondisi ekonomi pasca virus corona di Aceh Tenggara, mampu meraih uang mencapai Rp 4 juta.

Hal lain diutarakan warga lainnya. Menurut mereka, rata-rata penghasilan mereka setiap harinya bervariasi dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per harinya tergantung butiran emas yang mereka dapatkan dari Sungai Alas.
Bijih emas yang mereka dapatkan itu mereka jual ke tukang pembuat emas di Pajak Pagi Kota Kutacane.
