Selasa, 5 Mei 2026

HUMAN INTEREST

Batam Magnet Bagi Perantau, Sempat Pulang Habis, Pasutri ini Usaha Tambal Ban & Bensin

Batam magnet bagi perantau, setidaknya bagi pasutri Mastur dan Jamilah. Mereka memutuskan untuk kembali ke Batam setelah pulang habis di 2017.

Tayang:
TribunBatam.id/Muhammad Ilham
Batam Magnet Bagi Perantau, Sempat Pulang Habis, Pasutri ini Usaha Tambal Ban & Bensin. Foto Jamilah di usaha kecilnya di tepi jalan Sei Panas, Rabu (6/1/2021). 

Mastur bekerja sebagai tukang cuci mobil dan Jamilah pembantu rumah tangga.

Jamilah mengaku berpenghasilan Rp 2,5 juta per bulan sebagai pembantu rumah tangga.

Uang itu diperolehnya karena ia bekerja tidak hanya di satu rumah melainkan ia bekerja di 5 rumah tetangganya.

Mastur suaminya berpenghasilan sekitar Rp 2,4 juta perbulan dari hasil cucian mobilnya.

Semua berubah ketia virus corona masuk ke tanah air, apalagi menghantam Batam.

Pekerjaan mereka berdua jadi terusik karena si virus itu.

Jamilah terpaksa dirumahkan, majikannya khawatir dengan potensi penyebaran virus tersebut.

Sementara penghasilan Mastur suaminya menurun karena kurangnya pelanggan.

Mereka lagi-lagi mencoba tak menyerah. Pasangan suami istri ini mencoba bangkit dari keterpurukan.

Rosita, seorang perantau asal Flores terpaksa berpisah sementara dengan suaminya setelah sang suami kena PHK akibat pandemi covid-19.
Rosita, seorang perantau asal Flores terpaksa berpisah sementara dengan suaminya setelah sang suami kena PHK akibat pandemi covid-19. (TRIBUNBATAM.id/MUHAMMAD ILHAM)

Dengan modal yang tersisa, mereka membuka usaha kecil tambal ban dan bahan bakar minyak eceran di tepi jalan Sei Panas di awal tahun 2020.

Hingga saat ini, Jamilah dan Mastur untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, hanya berpenghasilan dari usaha tambal ban tersebut.

Mereka juga tapi juga menjual jajanan ringan, minuman, rokok dan sampai jual bahan bakar premium/pertalite eceran.

"Alhamdulillah, penghasilan kami dikala sepi sekitar Rp 200 ribu, saat ramai kadang sampai Rp 400 sampai 500 ribu," kata Jamilah

Diketahui saat ini, bahan bakar jenis premium sangat sulit didapati, berbeda halnya yang dialami Jamilah, justru mereka menjual eceran premium di tempat kerjanya.

Ia mengaku premium itu ia dapatkan dari orang lain.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved