HUMAN INTEREST
Batam Magnet Bagi Perantau, Sempat Pulang Habis, Pasutri ini Usaha Tambal Ban & Bensin
Batam magnet bagi perantau, setidaknya bagi pasutri Mastur dan Jamilah. Mereka memutuskan untuk kembali ke Batam setelah pulang habis di 2017.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kota Batam, Provinsi Kepri punya magnet yang kuat bagi pasangan Mastur dan Jamilah.
Perantau asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Medan ini, kembali menginjakkan kaki ke kota industri ini setelah memutuskan untuk pulang habis ke kampung halaman.
Jamilah yang berusia 43 tahun sempat memilih pulang ke kampung halaman suaminya di NTB pada 2017.
Pasangan suami istri yang telah dikaruniai dua anak ini, mulanya menginjakkan kaki di Batam pada tahun 2002.
Kala itu, suaminya bekerja sebagai tukang cuci mobil. Sementara Jamilah bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Selama di kampung, Jamilah mengaku tidak bekerja.
Sementara Sang Suami bekerja sebagai petani. Itu pun menggarap lahan milik orang.
"Kehidupan di kampung lebih susah, sistemnya hutang. Akhirnya, kami memutusan untuk kembali di Batam pada 2018," ujarnya kepada TribunBatam.id, Rabu (6/1/2021).
Kembali lagi ke Batam bukan tanpa pikiran yang matang.
Sempat terbesit dalam benaknya akan omongan miring orang dengan pilihannya kembali ke Batam.
Memulai lagi hidup mereka dari nol. Selama di Batam, harta mereka bisa dibilang lebih dari cukup.
Mastur dan Jamilah memiliki tiga sepeda motor, mesin cuci, hingga peralatan dapur.
Tapi semua itu sudah ia jual untuk modal pulang ke kampung suaminya.
Hal itu ia coba kesampingkan. Toh pikirnya urusan perut dan bertahan hidup lebih penting daripada omongan miring orang.
Baca juga: Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Pilih Balik Habis: Batam Tak Seperti Dulu Lagi
Baca juga: Kisah Rahayu Perantau Asal Yogyakarta, Bertahan Hidup Jadi PKL di Batam
Mereka kembali memulai pekerjaan lama mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/batam-magnet-bagi-perantau.jpg)