Rabu, 10 Juni 2026

China Siap Perang di Perbatasan Laut Indonesia, Ancaman Perang Dunia III, China vs Amerika Memanas

Informasi mengenai kesiapsiagaan China dalam menghadapi perang di wilayah Laut China Selatan tersebut diungkap oleh seorang Senator di Amerika Serikat

Tayang:
usnavy
USS Ralph Johnson mengawal kapal induk USS Nimitz di Laut China Selatan 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, CHINA - Ancaman perang dunia III nampaknya akan benar-benar terjadi.

China telah bersiap Perang di Perbatasan Laut Indonesia. Kondisi China vs Amerika semakin memanas.

Ajang pertempuran nampaknya semakin jelas terlihat di wilayah Laut Natuna atau Laut China Selatan.

Hal itu tak lepas dari ambisi besar Tiongkok yang ingin menguasai wilayah strategis dan kaya sumber minyak tersebut.

Ambisi besar itu seperti yang akan dijalankan negara bambu itu lewat Militer China.

Baca juga: TEGANYA China Tolak Ahli Virus Corona WHO, Apa Sebenarnya yang Ditutupi Tiongkok?

Baca juga: Sisi Lain Jack Ma, Bos Alibaba Menghilang Ditekan China, Tidak Tampan tapi Istri Jatuh Cinta

Baru-baru ini, China disebut benar-benar telah bersiap sedia menghadapi perang besar di wilayah Laut China Selatan.

Informasi mengenai kesiapsiagaan China dalam menghadapi perang di wilayah Laut China Selatan tersebut diungkap oleh seorang anggota senat alias Senator di Amerika Serikat.

Dikutip dari laman Kontan.co.id, Kongres Amerika Serikat (AS) saat ini disebut telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Belanja Pertahanan senilai US$ 740 miliar.

Sebuah anggaran yang terbilang luar biasa, lantaran jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, nilainya setara Rp10,3 kuadriliun.

Baca juga: Hadapi Banyak Konflik, Presiden Xi Jinping Minta Tentara China Siap Perang Kapan Saja

Baca juga: Pejabat China Ini Dijatuhi Hukuman Mati Setelah Terbukti Minta Suap, Korupsi, Punya Istri Simpanan

Uang sebanyak itu, disebut untuk membiayai kebijakan pertahanan pada tahun-tahun mendatang.

RUU tersebut berhasil diloloskan Senat AS pada hari Jumat dengan 81 suara berbanding 14 suara untuk membatalkan veto Presiden AS Donald Trump.

Butuh dua pertiga suara mayoritas kongres untuk membatalkan UU yang telah diveto presiden AS.

Dan ini merupakan pertama kali dilakukan di era Donald Trump. 

Trump keberatan dengan undang-undang tersebut karena membatasi kemampuannya untuk menarik pasukan Amerika dari Afghanistan dan Eropa.

Juga tidak menghapus perlindungan tanggungjawab dari perusahaan media sosial.

Tercapainya aliansi lintas partai dari anggota Parlemen Partai Demokrat dan Republik menandakan keprihatinan tersendiri dari AS.

Dalam RUU itu, mendorong peningkatan kehadiran militer AS di Samudra Pasifik.

Hal ini tak terlepas dari ketegangan hubungan AS dengan China yang kian meruncing di masa kepresidenan Trump.

Di mana Washington menolak dengan tegas klaim sepihak Beijing atas Laut China Selatan.

UU baru yang mencapai 4.500 halaman ini dirancang oleh Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

Pimpinannya adalah senator Republik, James Inhofe.

Ia mengklaim bahwa Beijing sedang mempersiapkan perang dunia ke III di Laut China Selatan.

"Kami berada dalam situasi paling berbahaya yang pernah kami alami sebelumnya," ujarnya seperti dilansir Express.co.uk, Senin 4 Januari 2021 lalu sebagaimana dikutip dari laman Kontan.co.id.

Jack Reed, senator Demokrat yang berada di Komite Angkatan Bersenjata Senat juga mengatakan hal senada.

“Ini adalah pertama kalinya kami benar-benar mundur dan Kami memiliki ancaman baru yang meningkat di Pasifik,’

“Kita harus mengambil pandangan holistik," sambungnya.

China Vs Amerika Serikat yang Kian Panas

Ketegangan antara AS dan China telah melonjak selama masa jabatan Trump.

Kedua negara adidaya itu telah bentrok karena perdagangan, virus corona, hak asasi manusia, dan sejumlah sengketa wilayah.

Klaim kedaulatan Beijing atas Laut Cina Selatan tumpang tindih dengan klaim saingan dari enam tetangganya.

Terutama dari negara di kawasan Asia Tenggara mulai dari Filipina, Vietnam dan juga negara jiran Malaysia.

Amerika Serikat, dan kekuatan barat lainnya, menolak untuk menerima klaim China.

Dan menunjukkan ini dengan mengirimkan kapal perang pada patroli 'kebebasan navigasi' melalui wilayah tersebut.

Pada Desember 2020 silam, Wall Street Journal menerbitkan sebuah artikel oleh John Ratcliffe, direktur intelijen nasional AS.

Dalam jurnal tersebut, ia memperingatkan orang Amerika untuk mempersiapkan "periode konfrontasi terbuka".

Dia berpendapat Beijing harus tunduk kekuatan dominan dunia.

China membalas dengan menggambarkan tuduhan itu sebagai "ramuan kebohongan".

Materi di artikel ini juga telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Senator AS : China bersiap untuk perang dunia III di Laut China Selatan

China Siap Perang di Perbatasan Laut Indonesia, China vs Amerika Memanas, Ancaman Perang Dunia III


Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved