BATAM TERKINI
Hearing Bahas Lonjakan Tagihan Air Batal, BP Batam Minta Jadwal Ulang, PT Moya Tak Datang
Rapat Dengar Pendapat atau hearing antara DPRD Batam dengan BP Batam dan PT Moya yang awalnya mau digelar hari ini batal.
Risda misalnya. Warga Perumahan Buana Mas 2 ini mengaku tagihan air naik hingga empat kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika biasanya Risda hanya merogoh kocek sebesar Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu saja membayar pemakaian air selama satu bulan.
Untuk bulan Desember 2020, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 250 ribu.
"Ini yang buat bingung, kok bisa? Lagi pula, aliran air di tempat kami kecil.
Malah bisa tak mengalir 24 jam. Kenapa bisa saya bayar sebesar itu," keluhnya saat dihubungi TribunBatam.id, Selasa (5/1/2021).
Selain kaget dan heran dengan jumlah tagihan tak wajar itu, Risda juga mengatakan jika aliran air di tempat dia tinggal hanya mengalir di waktu-waktu tertentu.
Oleh karenanya, dia merasa tagihan sebesar Rp 250 ribu itu sangat tak masuk akal.
Risda pun sempat datang ke Kantor Pelayanan Pelanggan (KKP) milik PT Moya Indonesia di kawasan Batuaji untuk mendapat penjelasan.
Mengenai bengkaknya tagihan air milik dia, Risda memastikan jika tak terjadi kebocoran di rumahnya.
Ditambah dengan beberapa keluhan warga lain selama mengantre di KKP PT Moya Indonesia, Risda yakin jika terjadi kesalahan teknis yang menyebabkan tagihan air warga menjadi tak masuk akal.
"Tadi banyak yang antre dan komplain. CS pun cuma satu, jadi saya pulang dan tak akan melakukan pembayaran sampai ada kejelasan.
Saya nanya ke ibu-ibu yang ikut antre tadi sama semua keluhannya. Masa kebocoran banyak sekali.
Dari CS cuma disarankan untuk menghemat air dan pencatatan meteran juga tak ada," katanya lagi.
PT Moya Indonesia Buka Suara
PT Moya Indonesia akhirnya buka suara soal keluhan warga Batam yang mengaku mengalami lonjakan tagihan yang cukup drastis dibandingkan tagihan sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07012020hearing-dprd-batam.jpg)