Rabu, 17 Juni 2026

BATAM TERKINI

Hearing Bahas Lonjakan Tagihan Air Batal, BP Batam Minta Jadwal Ulang, PT Moya Tak Datang

Rapat Dengar Pendapat atau hearing antara DPRD Batam dengan BP Batam dan PT Moya yang awalnya mau digelar hari ini batal.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, dan Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, menjelaskan alasan penundaan RDPU kepada awak media, Kamis (7/1/2021). 

Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim meradang dengan kenaikan yang menurutnya tidak masuk akal tersebut. 

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil PT Moya Indonesia untuk meminta klarifikasi.

Diketahui, pengelolaan air bersih di Batam kini dipegang oleh perusahaan ini selama 6 bulan sampai 14 Mei 2021.

PT Moya Indonesia menggantikan PT Adhya Tirta Batam yang masa konsesinya selama 25 tahun mengelola air bersih di Batam telah berakhir.

"Kalau hanya satu warga saja yang mengadu, kami wajar saja. Bisa jadi kesalahan teknis. Ini banyak yang mengeluh," tegas Ruslan kepada TribunBatam.id, Rabu (6/1/2021).

Ruslan mengungkapkan, di tengah situasi sulit saat ini, banyak warga terkena imbas dari lesunya perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Hal ini menurutnya tidak bisa ditolerir. Apalagi dari awal sebelum konsesi berakhir pihaknya meminta agar jangan ada beban baya ke masyarakat.

Bahkan, menurut dia, dari beberapa aduan warga kepadanya, ada indikasi jika petugas meteran air tidak menjalankan tugasnya secara maksimal.

Oleh karenanya, dia pun sangat menyayangkan jika alasan naiknya tagihan air hanya berdasarkan asumsi besarnya tagihan pada bulan-bulan sebelumnya.

Mengenai carut-marut naiknya tagihan air ini pula, Ruslan mengatakan, seharusnya polemik ini menjadi catatan tersendiri untuk Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai regulator.

Mengingat, pengelola saat ini masih beroperasi hingga masa transisi usai.

"Ini kan masih dalam masa transisi. Masa sudah ada polemik di masyarakat.

Baca juga: Komisi III DPRD Batam Sidak Titik Banjir Disejumlah Perumahan Pakai Sepeda Motor

Baca juga: Berita Populer, Warga Batam Keluhkan Tagihan Air Bengkak Hingga Vaksin Covid-19 Masuk Kepri

Gubernur Kepri, Isdianto di sela-sela meninjau Waduk Sungai Pulai, Tanjungpinang. Isdianto meminta kepada PDAM Tirta Kepri dan ATB untuk menggratiskan pembayaran air untuk panti asuhan dan rumah ibadah selama pandemi Covid-19. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Gubernur Kepri, Isdianto di sela-sela meninjau Waduk Sungai Pulai, Tanjungpinang. Isdianto meminta kepada PDAM Tirta Kepri dan ATB untuk menggratiskan pembayaran air untuk panti asuhan dan rumah ibadah selama pandemi Covid-19. Foto diambil beberapa waktu lalu. (TribunBatam.id/Istimewa)

Ke depan, untuk pengelola selanjutnya, hal ini bisa menjadi bahan peninjauan kembali agar tak kembali terjadi," sebutnya.

Warga Batuaji Bingung, Tagihan Air Naik 4 Kali Lipat

Warga Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri juga mengeluhkan tagihan air bengkak sejak pengelolaan air bersih di Batam dikelola PT Moya Indonesia.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved