Nenek Ginem Tidur & Makan di Atas Tumpukan Sampah, Sebatang Kara Tak Diakui Keluarga
Hidup sebatang kara, Waginem tidur di rumah yang sangat sederhana yang dipenuhi sampah dan bau menyengat
"Dia memang suka marah kalau barangnya ada yang sentuh, bahkan kalau masyarakat sekitar bantu membersihkan rumah, dia marah, sampahnya dia kembalikan lagi ke rumahnya," kata Sugeng.

Bahkan petugas Dinas Sosial yang mendatangi rumahnya pun mengaku sulit memberikan pemahaman pada Ginem.
Tidak diakui keluarga
Sifat pemarahnya itu tidak terlepas dari kisah hidup Ginem yang menyedihkan.
Tidak ada keluarga yang mengakui keberadaannya.
Ginem sebenarnya memiliki rumah peninggalan almarhum suami, namun terbakar pada tahun 2015.
"Rumah peninggalan almarhum suaminya terbakar pada sekitar 2015 lalu, sejak itu ia menempati rumah bantuan pemerintah Kalimantan Timur, rumah dengan kategori SSS (Sangat Sederhana Sekali)," lanjut Sugeng.
Baca juga: Dendam Karena Tak Dihargai, 2 Pelaku Bunuh Pelajar SMA di Padang, Jasad Korban Ditemukan sang Nenek
Baca juga: Nenek Roslina Murka, Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi
Dia banyak menghabiskan waktu dengan berjalan tanpa tujuan.
Ketika pulang, dia biasanya membawa makanan dan uang pemberian orang lain.
Rumah dibedah, ditemukan banyak uang
Uang-uang pemberian masyarakat ternyata juga tidak dia simpan dengan baik.
Ada uang yang disimpan di plastik dan diletakkan bercampur sampah.

Ada pula uang yang sudah seperti sampah karena rusak dan kotor.
Keberadaan uang itu diketahui setelah Komandan Koramil Nunukan Kapten Cba Teguh Setiawan memerintahkan anggotanya membedah rumah nenek Ginem.
"Kita semprot semua, kecoa, tikus cacing kita basmi, pokoknya kita bersihkan sampai kinclong, dan ternyata dalam tumpukan sampah kita temukan uang, itu ditaruh di banyak kresek, jumlahnya lebih 8 jutaan, yang rusak saja lebih 1 juta uangnya, campur aduk sama sampah," kata Teguh.
Baca juga: Kronologi Bayi 5 Bulan Dicekik Ayah Kandung, Kepergok Sang Nenek
Baca juga: Nenek Roslina Murka, Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi