Nenek Ginem Tidur & Makan di Atas Tumpukan Sampah, Sebatang Kara Tak Diakui Keluarga
Hidup sebatang kara, Waginem tidur di rumah yang sangat sederhana yang dipenuhi sampah dan bau menyengat
Saat itu, penyakit wasir Nenek Ginem kambuh dan dipanggilkan ambulans oleh pihak Koramil.
Untuk selanjutnya, dia memerintahkan Babinsa selalu memantau perkembangan Ginem.
"Pokoknya mulai sekarang kita awasi ketat si nenek, kasihan sekali sudah tinggal sendirian di usia segitu, wis, intine jadi tanggungan Koramil beliau," tegasnya.
Dinas Sosial Kabupaten Nunukan mengaku sudah lama membujuk Ginem tinggal di panti jompo Tanjung Selor.
Namun Ginem tetap saja memilih tinggal di rumah yang penuh sampah.

"Jadi dia merasa rumah yang terbakar kemarin itu masih ditempati mendiang suaminya, arwahnya masih temani dia, pokoknya betul betul tidak mau dia," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Jabbar.
Dia memastikan Nenek Waginem sudah terdaftar sebagai penerima bantuan pemerintah, seperti Bantuan Lanjut Usia (BLU) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejumlah bantuan lainnya.
Pihaknya akan mencari solusi terbaik agar kehidupan Ginem bisa layak.
"Mungkin kita akan rutin datangi beliau, kita rayu supaya mau dibawa ke panti jompo, kita juga usaha cari keluarganya, karena memang sudah lama kita cari tidak ada, ada anak tirinya di Malaysia tapi sudah lama sekali tidak pernah hubungan," kata dia.
Baca juga: Emmanuel Macron, Presiden Prancis Penghina Islam dan Nabi Muhammad SAW, Nikahi Nenek Sepuh 67 Tahun
Baca juga: Gara-gara Pegang Kemaluan Nenek 70 Tahun, Pria Ini Babak Belur Dihajar Massa
Baca juga: Fakta Pernikahan Nenek Luna Maya dengan Brondong, Ternyata Ini Pernikahan ke-20 Sang Nenek
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Nenek Ginem, Tidur dan Makan di Atas Tumpukan Sampah yang Jadi Sarang Tikus, Tak Diakui Keluarga
(*)