Rabu, 15 April 2026

LINGGA TERKINI

Sukses Tanam Cabai di Lingga, Hasil Panen Capai 300 Kilo, Sempat Dijual ke Batam

Kebun cabai di Desa Sungai Raya Lingga telah menghasilkan beratus kilogram cabai, dan hasil panennya sudah dijual ke masyarakat, termasuk ke Batam

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Sukses Tanam Cabai di Lingga, Hasil Panen Capai 300 Kilo, Sempat Dijual ke Batam. Foto Tedi Triyanto dan Didin Maulana, seusai panen cabai di kebun milik DPKP Lingga bersama pihak lain, di Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, baru-baru ini 

Asisten II Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lingga, Yusrizal mengatakan, pemerintah sudah melakukan monitoring di tiga pulau besar seperti Lingga Utara, Daik, dan Dabo.

"Dari hasil monitoring dipastikan sembako aman hingga Februari 2021 mendatang," kata Yusrizal.

Sementara itu, ia mengatakan, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah dan cabai rawit keberadaannya juga langka di sejumlah pasar di Lingga.

"Kelangkaan itu lantaran sudah seminggu ini tidak ada pasokan dari Jambi dan Tanjungpinang, sehingga pedagang di Lingga hanya menjual hasil dari panen petani lokal," tutupnya.

Wajib Tanam Cabai

Sementara itu pada 2017 lalu Bupati Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), H Alias Wello mewajibkan 75 desa di wilayah pemerintahannya menanam cabai secara serentak.

Itu pada peringatan “Gerakan Lingga Menanam” ke-2 yang jatuh pada tanggal 1 Maret 2017.

Hal itu ditegaskan mantan Ketua DPRD Kabupaten Lingga itu pada saat menyampaikan sambutan pada perayaan 1 tahun kinerja pemerintahannya bersama Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar di Daik Lingga, Sabtu (18/2/2017).

“Saya minta semua desa menyiapkan lahan seluas 5 hektar. Jadi, total seluruhnya ada 375 hektar dari 75 desa yang ada di Lingga. Kita akan mulai menanam cabai secara serentak pada tanggal 1 Maret 2017, bertepatan pada peringatan Gerakan Lingga Menanan yang ke-2,” ungkap Alias.

Menurut dia, pemilihan komoditas cabai pada Gerakan Lingga Menanam jilid ke-2 ini, tidak terlepas dari komitmen pemerintahannya mensukseskan program ketahanan pangan nasional. Terlebih lagi, komoditas cabai ini merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang mudah dibudidayakan.

“Kita semua tahu, bahwa cabai yang beredar di wilayah Kepri ini, khususnya di Batam, Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun, berasal dari daerah luar seperti Pulau Jawa, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Padahal, kita punya lahan tidur yang cukup luas,” katanya.

Ia menceritakan pengalamannya setahun yang lalu ketika menetapkan komoditas padi pada pencanangan Gerakan Lingga Menanam yang pertama pada tanggal 1 Maret 2016. Meski banyak dicemooh, namun dengan kemauan dan kerja keras, kini tanaman padi itu, jadi komoditas unggulan Lingga.

“Jadi, tidak ada yang sulit jika kita ada kemauan dan kerja keras yang sungguh – sungguh. Saya minta para camat pantau dan evaluasi pelaksanaannya. Bagi desa yang berhasil dengan produktivitas tinggi, saya akan beri apresiasi sebesar Rp50 juta,” jelasnya.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved