Jumat, 8 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Panen Padi di Lingga Dapat Komentar Negatif Warga, Ini Tanggapan Kabid Pertanian

Kabid Pertanian Lingga Hernowo bilang, warga Lingga sudah mengkonsumsi beras yang mereka bagikan secara gratis. Panen padi di Lingga sudah lima kali

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
Panen Padi di Lingga Dapat Komentar Negatif Warga, Ini Tanggapan Kabid Pertanian. Foto panen padi di sawah Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, baru-baru ini 

Ia bercerita, awalnya cabai itu untuk pengolahan akhir. Dijadikan sambal atau dikeringkan.

Baca juga: Tiket Pesawat dan Cabai Sumbang Inflasi 1,04 Persen di Kepri Selama Desember 2020

Baca juga: Harga Cabai Kian Pedas, Gubernur Kepri Isdianto Cek Pasar, Bakal Tindak Tegas Penimbun Sembako

"Itu rencana Pak Awe (Bupati Lingga sebelumnya_red) kemarin. Tapi, sekarang ini tidak bisa memungkinkan lagi," ucap Tedi kepada TribunBatam.id, Rabu (6/1/2021).

Pasalnya harga cabai saat ini lagi tinggi. Kalau cabai itu mereka keringkan malah rugi.

"Jadi akhirnya hasil panen itu kami jual," ujarnya.

Tedi menjelaskan, sebelumnya mereka telah menjual cabai itu ke luar Lingga, tepatnya ke Batam dengan kapasitas masih 50 kilogram (kg).

"Ternyata harga di Batam dengan Dabo (Lingga) tidak jauh beda. Jadi akhirnya kami jual di Dabo saja.

Sebagian ada yang mengecer ke masyarakat lewat online, dan sebagian ada dijual lewat pedagang," terang Tedi.

Tenaga Pembantu DPKP Lingga yang diambil dari Provinsi Kepri itu menjelaskan, mereka telah melakukan panen cabai sebanyak tiga kali.

Hasil panennya telah mencapai 200 kg lebih cabai keriting.

Foto Kebun cabai milik DPKP Lingga bersama pihak lain, di Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, baru-baru ini
Foto Kebun cabai milik DPKP Lingga bersama pihak lain, di Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, baru-baru ini (tribunbatam.id/istimewa)

"Kami pertama kali panen itu Desember, kalau tak salah tanggal 25. Jadi panen pertama kami dapat 30 kg, panen kedua naik 60-70 kg, dan panen ketiga 100 kg lebih.

Lalu sore ini (Rabu) kami akan panen lagi yang keempat kira-kira untuk keseluruhan dari panen pertama dengan hari ini 300 kg lebihlah," jelas Tedi.

Pihaknya menargetkan, dalam satu tahun bisa panen cabai 10 ton.

"Cuma memang, kebun itu paling terawat 2 klaster dari 3 klaster. Karena, di sini kami memakai tenaga manusia yang memang terbatas juga," ujarnya.

Prediksi Tedi, hasil panen berikutnya di bawah target. Karena sebelumnya mereka berencana menanam 17 ribu bibit, namun yang bisa hanya 15 ribu bibit.

"Jadi 1 klaster 5 ribu bibit. Untuk yang ini kami masih panen dari 1 klaster," ucap Tedi.

Sementara itu, Didin Maulana mahasiswa pertanian di Lingga yang turut membantu merawat cabai mengatakan, kebun yang berada di Desa Sungai Raya itu dirawat oleh beberapa orang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved