Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

Perhatikan Poin Penting Ini Agar tak Terpapar Corona saat Belajar Tatap Muka 

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan poin penting yang tak boleh diabaikan agar tak terpapar corona saat belajar tatap muka

Tayang:
ISTIMEWA
Hari ini sejumlah sekolah di Batam mulai melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka, Senin (4/1/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan poin penting yang tak boleh diabaikan agar tak terpapar corona saat ikut belajar tatap muka.

"Poin penting itu adalah sirkulasi udara di dalam ruang kelas penting," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (8/1/2021). 

Diakuinya, membahas mengenai sirkulasi udara di dalam ruang kelas, Didi menuturkan hal ini perlu diperhatikan mengingat di kawasan Mainland ada sekolah yang memiliki ruang kelas ber-AC.

Kondisi ruangan ini menurutnya dapat menjadi lokasi cocok untuk penyebaran virus.

"Sebenarnya ruangan seperti ini tidak disarankan, karena sirkulasi udara tidak berganti. Jadi kemungkinan menyebarnya virus dan mengendap di ruangan tersebut ada," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam.

Didi menyarankan untuk mengantisipasi hal ini, pihak sekolah harus bersedia untuk melakukan penyesuaian ruangan kelas.

Dengan tidak menggunakan AC dalam ruangan, kemudian membuat saluran untuk sirkulasi udara.

"Seperti membuka pintu ruang kelas dan seluruh penutup ventilasi udara yang terpaksa ditutup sebelumnya karena ada AC," ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam Dibagi 4 Tahap, Masyarakat Umum Masuk Tahap Berapa?

Tidak hanya itu, Didi juga menyarankan sebelum pelaksanaan belajar tatap muka dimulai, ada baiknya seluruh tenaga pendidik hingga seluruh siswa sebelumnya bersedia untuk melakukan rapid test antigen.

Guna melakukan langkah awal pengecekan kondisi masing-masing.

"Kalau mau, idealnya seluruh siswa dan guru rapid test antigen dahulu," kata Didi.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam, hingga saat ini masih menunggu surat pengajuan dari pihak sekolah tingkat SD - SMP di kawasan Mainland, untuk pelaksanaan sekolah tatap muka.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. 

Saat ini, ada kemungkinan pihak sekolah tengah melakukan persiapan pengajuan.

Setelah itu, sekolah akan melalui pemeriksaan, apakah sudah menerapkan protap sesuai kesepakatan yang berlaku.

Hendri mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan adanya 6 syarat sebelum pemberian izin sekolah tatap muka yang wajib dipenuhi oleh pihak sekolah.

Yakni pertama, melengkapi sanitasi, sarana cuci tangan dan disinfektan.

Kedua, akses kepada fasilitas pelayanan kesehatan, ketiga, kesiapan menerapkan masker.

Keempat, memiliki thermogun, kelima, pemetaan warga satuan pendidikan.

Terakhir keenam, adanya persetujuan komite sekolah dan perwakilan orang tua wali. 

Pesan Walikota Batam Untuk Sekolah

Walikota Batam menegaskan, kebijakan untuk membuka sekolah dan penerapan belajar tatap muka tergantung dari pihak sekolah.

Sekolah diminta memenuhi syarat berdasarkan surat keputusan 4 menteri yang sudah ada.

"Saya tegaskan dari awal persetujuan orangtua, komite, dan pihak sekolah harus ada dulu. Ini syarat mutlak yang harus dipenuhi, agar tidak ada masalah," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (6/1/2021).

Diakuinya kebijakan untuk membuka sekolah dikembalikan kepada sekolah dan Dinas Pendidikan Batam.

Pemerintah dalam hal akan mengawasi jalannya belajar tatap muka ini.

"Kita memastikan peserta didik ini belajar dengan baik dan aman. Sekarang kasus masih terus bertambah, meskipun jumlahnya turun. Jadi persiapan dan teknisnya yang harus dipenuhi dulu," tuturnya.

Baca juga: Sekolah Hinterland Sudah Belajar Tatap Muka, Sekolah Mainland Belum Ada Minta Izin ke Disdik Batam

Menurutnya penambahan kasus yang masih terus bertambah di Kota Batam, pembukaan sekolah memang menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Batam. Khususnya Dinas Pendidikan yang membawahi sekolah.

"Makanya saya bilang tadi, kesiapan sekolah yang paling utama. Kalau mampu silakan dibuka, tapi nanti kalau ada kasus jangan salahkan saya, karena dari awal semua harus memenuhi protokol kesehatan dan mampu menyelenggarakan belajar tatap muka," ungkapnya.

Rudi menambahkan pertemuan dengan guru beberapa waktu lalu untuk mendengarkan masukan, harapan, serta kesiapan sekolah untuk kembali belajar tatap muka di mainland.

"Hasilnya mereka sebenarnya sudah sangat ingin kembali ke sekolah, namun karena pandemi, jadi belum bisa terlaksana. Makanya perlu peran Disdik untuk memastikan sekolah memenuhi syarat yang sudah ditentukan itu," katanya. (Tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

*Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved