HUMAN INTEREST
Kisah Gita Banting Setir Jadi Penjual Tanaman Hias di Karimun saat Pandemi, Awalnya Pengajar
Gita Ardila Marischa awalnya bekerja sebagai pengajar, namun karena pandemi Covid-19 banting setir jadi penjual tanaman hias
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menjamurnya pecinta tanaman saat ini, menjadi peluang bisnis di tengah sulitnya perekonomian karena pandemi Covid-19.
Memanfaatkan media sosial, keuntungan berlipat bisa didapatkan dari bisnis jual beli tanaman hias.
Itulah yang dirasakan Gita Ardila Marischa.
Hari itu Gita terlihat sibuk memindahkan tanaman hias miliknya. Ada tiga jenis tanaman hias yang akan dikirimnya ke luar kota dari tempat tinggalnya di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Tiga tanaman ini merupakan pesanan ke Jawa, Belitung dan Batam.
Baca juga: Dibanding Bunga yang Bisa Layu, Ini 5 Tanaman Hias Cantik yang Cocok Dijadikan Kado
Baca juga: 7 Tanaman Hias Penyejuk Ruangan, Tetap Adem Meski Tak Pakai AC
Ya, aktivitas ini sudah menjadi keseharian Gita dan rekan bisnisnya yang tergabung dalam Karimun Plants Addict.
Karimun Plants Addict merupakan nama bisnis dalam memasarkan tanaman hias. Bersama tiga teman yang juga menggeluti bisnis yang sama, pemasaran tanaman hias bisa lebih luas dan begitu juga dengan jenis koleksi tanaman hias.
"Tentu kalau usaha sendiri dan bersama berbeda. Kalau bersama jenis tanaman bisa lebih banyak, karena kami ada modal.
Kalau dulu mulai memang sendiri dan dari nol. Awalnya bawa tanaman dari rumah orang tua dan coba dikembangkan," ujar perempuan lulusan FKIP Bahasa Inggris Universitas Riau Kepulauan ini.
Berbagai jenis tamanan tertata di depan rumah miliknya di Desa Pamak, Kecamatan Tebing, RT 002, RW 003. Seperti Palm licuala mapu yang cukup langka.
Jenis tanaman ini dijual mulai Rp 300 ribu, Calathea Crimson Rp 200 ribu, ada juga Philodendron Michan dan Philodendron badak. Seperti Tortum yang harganya bisa melebihi Rp 500 ribu.
Perempuan yang berprofesi sebagai pengajar ini terpaksa harus banting setir.
Usaha bimbingan belajarnya tidak bisa berjalan seperti biasa di masa Covid-19.
Pasalnya, selama pandemi orang tua memilih untuk menjaga anak-anak mereka tetap di rumah demi menghindari penyebaran Covid-19.
"Awalnya bingung juga mau buka usaha apalagi. Tapi melihat makin menjamurnya peminat tanaman, saya mencoba mengambil peluang ini, agar dapur tetap bisa ngepul," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0901gita-dan-tanaman-hiasnya.jpg)