BATAM TERKINI
Walikota Batam Rudi Mengaku Siap Jadi Orang Pertama Divaksin Corona
WaliKota Batam, Muhamamd Rudi mengaku siap untuk menjalani vaksinasi untuk pertama ketika proses vaksinasi dimulai.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - WaliKota Batam, Muhamamd Rudi mengaku siap untuk menjalani vaksinasi untuk pertama ketika proses vaksinasi dimulai.
"Saya mau saja divaksin. Karena ini untuk kebaikan kita juga, jadi saya juga ingin jadi contoh bagi masyarakat agar mereka yang sudah didata dan prioritas untuk divaksin tidak ada penolakan," ujarnya, Selasa (12/1/2020).
Diakuinya banyak beredar isu negatif perihal vaksin Covid-19. Menanggapi hal tersebut, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berfikir negatif mengenai vaksin Covid-19 yang akan segera didistribusikan ke daerah.
"Bapak, ibu sekalian jangan mendengar isu-isu negatif. Saya minta juga jangan ada yang menyebarkan informasi hoaks mengenai vaksin ini. Tidak mungkin pemerintah memberikan sesuatu yang merugikan masyarakat," ujar Rudi
Perlu bantuan semua orang, untuk mengedukasi semua orang terkait vaksin ini. Rudi mengaku siap untuk divaksin pertama agar masyarakat bisa yakin dan tidak ada penolakan saat vaksinasi berjalan nantinya.
Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam bisa tumbuh 6-7 persen. Hal ini bisa terealisasi jika covid-19 berhasil diatasi. Menurut kehadiran vaksin ini diharapkan bisa menjadi solusi, sehingga perekonomian bisa segera pulih.
"Kalau vaksin tiba Januari, selanjutnya Februari bisa segera dijalankan. Mudah-mudahan April bisa selesai, sehingga semester kedua kita sudah bisa bebas Covid-19 dan kondisi kembali pulih," ujarnya.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Batam Dilakukan Secara Simbolis Jumat Mendatang
Sementara vaksin datang, masyrakat diminta tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sebab sampai saat ini kasus terus bertambah, tidak menutup kemungkinan kasus menyentuh angka lima ribu akhir tahun ini.
"Harus cepat diatasi ini. Kalau lama pertumbuhan ekonomi tak akan baik, dan pembangunan tak bisa dilanjutkan," terangnya.
Rudi menegaskan akan menegakkan aturan terkait penertiban pelanggar protokol kesehatan. Dalam waktu dekat ini akan kembali rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar aturan ini benar-benar bisa ditegakkan.
"Keputusan tak bisa diambil sendiri ini. Jadi saya akan rapatkan dulu, kalau memang tak bisa juga pakai cara yang selama ini kita lakukan, mungkin perlu peningkatan sanksi," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, untuk total jatah vaksin dan jenis yang akan diterima tergantung dari pusat. Ia menegaskan untuk Batam sendiri sudah pasti kebutuhan paling banyak bila dibandingkan dengan daerah di Kepri lainnya.
"Targetnya kita mau semua yang divaksin. Namun kan ada ketentuan baik usia maupun mereka yang memilki risiko terpapar seperti tenaga medis dan tim keamanan,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam.
Diakuinya pemerintah daerah hanya menunggu dari pusat saja. Untuk pendistribusian vaksin juga harus diperhatikan, sebab vaksin harus disimpan di dalam suhu tertentu agar tidak rusak.
"Ini penting. Jadi kita harus siapkan dulu fasilitasnya. Nanti akan kami bahas bersama Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam," ujarnya. (Tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-bp-batam-soal-faktur-uwt-palsu.jpg)