BATAM TERKINI
Di Tengah Cuaca Ekstrim, Perantau Nekat Datangi Batam Naik KM Umsini, Ingin Mengadu Nasib
Ratusan orang turun dari KM Umsini sesaat setelah kapal ini bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (14/1/2021).
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ratusan orang turun dari KM Umsini sesaat setelah kapal ini bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (14/1/2021).
Di antara penumpang yang baru tiba itu, ada para perantau yang sengaja datang ke Batam untuk mengadu nasib meninggalkan kampung halaman dan sanak famili mereka.
Beberapa di antaranya merupakan warga asal Nusa Tenggara Timur atau NTT yang mencoba peruntungannya di kota industri di Provinsi Kepri ini.
Data yang diperoleh TRIBUNBATAM.id dari otoritas terkait, ada 251 penumpang KM Umsini yang turun di Batam sekira pukul 17.30 WIB.
Jumlah penumpang tersebut menurun jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yakni mencapai 400 hingga 500 orang.
KM Umsini dijadwalkan kembali berlayar pada pukul 21.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta.
Niat mencari pekerjaan di Kota Batam, setidaknya diakui Laka.
Pria 30 tahun asal Flores ini bermodal nekat mengadu nasib ke Kota Batam.
Perjalanan ke Batam pun, menurutnya penuh perjuangan.
Belum apa-apa, ia bersama rekannya sudah disambut ombak kencang selama perjalanan.
Maklum, cuaca di laut begitu ekstremnya, meski kondisi kapal Pelni yang terbilang besar.
"Selama pelayanan dari Flores ke Batam sepanjang perjalanan kondisi ombak tinggi.
Kapal jadinya tidak stabil, ini yang membuat beberapa penumpang mabuk laut, termasuk saya," ujarnya kepada TribunBatam.id.
Laka mengaku nekat datang ke Batam karena di kampung tidak mendapat pekerjaan.
Meski usianya yang sudah tak lagi muda, namun tak menyurutkan niatnya untuk merantau ke kota.
"Saya tahu umur segini mencari kerja juga pasti susah. Tapi tidak apa-apa namanya mencoba tidak ada salahnya," tuturnya lagi.
Baca juga: Berita Populer Batam, Kisah Jelly Bertahan Hidup hingga 237 Penumpang KM Umsini Turun di Pelabuhan
Baca juga: Penumpang KM Umsini Menurun, Angkut 205 Penumpang dari Batam ke Tanjung Priok Jakarta
Ia berharap semoga cepat mendapatkan pekerjaan di kota Batam ini.
Para penumpang tersebut pada umumnya merupakan warga Nusa Tenggara Timur yang hendak mencari pekerjaan di Batam.
Staf Operasional Pelni Adi mengatakan jumlah penumpang pada pelayaran kali ini menurun dibandingkan dengan rute sebelumnya yakni mencapai di atas 400-an penumpang.
"Jumlah penumpang yang datang ke Batam menggunakan KM Umsini hari ini menurun.
Kemungkinan mereka takut dengan cuaca ekstrem yang melanda Indonesia saat ini," katanya.
Pantauan TribunBatam.id, para penumpang sudah turun dari kapal dan satu per satu penumpang sudah meninggalkan dermaga Batu Ampar.
Beberapa truk kontainer dan mobil tangki air bersih juga terlihat sedang melakukan bongkar muat di depan haluan dan buritan kapal tersebut.
Sejumlah penumpang yang hendak berlayar ke Tanjungpriok Jakarta juga sudah mulai naik ke atas kapal dengan menggendong anak, serta membawa barang bawaan mereka seperti tas dan karung.
Kapal Pelni Jadi Andalan
Kapal Pelni masih menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian.
Di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, sejumlah calon penumpang KM Umsini terlihat menunggu keberangkatan kapal di ruang tunggu hingga pintu masuk pelabuhan.
Seorang calon penumpang, Rano mengaku hendak pulang ke Larantuka, Flores Timur.
Pria 23 tahun ini memutuskan untuk pulang ke kampung halaman bersama keluarga besarnya setelah kontrak kerjanya berakhir.
"Sampai sekarang belum dapat kerja lagi. Setelah pikir masak-masak, saya bersama keluarga memutuskan untuk pulang habis saja ke Flores," ucapnya saat ditemui TribunBatam.id, Kamis (14/1/2021).
Berbeda dengan Frans, calon penumpang KM Umsini lainnya.
Pria 25 tahun ini mengaku ingin pulang ke Kupang untuk mengantar kakanya yang sakit.
Cuti kerja selama 3 minggu, ia manfaatkan untuk perjalanan dan pulang ke kampung halaman.
"Kapal trip berikutnya saya kembali ke Batam lagi," katanya.
Sementara itu di lokasi pelabuhan juga terlihat petugas keamanan dari TNI/Polri, dan juga Ditpam BP Batam berjaga di sekitar pelabuhan.
Setiap penumpang yang masuk ke pelabuhan di periksa barang bawaannya.
Terpantau juga beberapa petugas kesehatan pelabuhan sedang memeriksa surat rapid test Antigen setiap penumpang yang hendak meninggalkan Batam.
Rencananya, KM Umsini akan berlayar dari pelabuhan Batu Ampar pada pukul 21.00 WIB.
Ribuan Orang Masuk Batam
Ribuan Orang Masuk Batam Lewat Pelabuhan Batu Ampar.
Data Pelni mencatat, ada 1.210 penumpang yang turun ke Batam lewat pelabuhan itu, Kamis (7/1/2021).
Kebanyakan dari penumpang merupakan penumpang kapal Pelni asal Belawan, Sumatra Utara.
Mereka memilih merayakan libur Natal dan Tahun Baru di kampung halaman, meski kondisi sedang pandemi Covid-19.
Otoritas Pelni cabang Batam memprediksi, Ribuan Orang Masuk Batam lewat Pelabuhan Batu Ampar ini merupakan arus balik libur Natal dan Tahun Baru.
"Anak-anak sudah mulai aktivitas belajar juga kan. Prediksi kami, kemarin itu puncak arus balik," ucap seorang staf operasional Pelni Cabang Batam, Aldi kepada TribunBatam.id.
Tidak hanya saat Awal Tahun 2021. Pelabuhan Batu Ampar sebelumnya juga penuh sesak calon penumpang jelang akhir tahun 2020.
Mereka merupakan calon penumpang kapal Pelni yang memilih libur Natal dan Tahun Baru di kampung halaman.
Tidak jarang juga penumpang merupakan perantau yang memilih pulang habis ke kampung halaman akibat pandemi Covid-19 di kota industri ini.(TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng/Ichwan Nur Fadillah)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/calon-penumang-km-umsini-di-pelabuhan-batu-ampar.jpg)