Senin, 27 April 2026

BERITA POPULER

Berita Populer Batam, Kisah Jelly Bertahan Hidup hingga 237 Penumpang KM Umsini Turun di Pelabuhan

Ada beberapa kejadian di Batam Kepri menarik perhatian pembaca Tribun, Rabu (30/12). Di antaranya kisah Jelly dan keluarga bertahan hidup di Batam

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/RONNYE LODO LALENG
Foto Jelly. Kisah Jelly dan Keluarga Bertahan Hidup di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berita populer Batam hari ini, Rabu (30/12/2020), Kisah Jelly dan Keluarga Bertahan Hidup di Batam, Tinggal 1 Kamar, Uang Kos sampai Dicicil Lima Kali.

Kemudian, KISAH Calon Penumpang KM Kelud, Kena PHK di Batam hingga Jual Rumah dan Pilih Pulang Habis ke Medan.

Berikutnya, Dari Flores ke Batam, 237 Penumpang KM Umsini Turun di Pelabuhan Batu Ampar.

Beberapa kejadian di Kepri, termasuk Batam menarik perhatian pembaca.

TRIBUNBATAM.id merangkum beberapa berita populer sebagai berikut:

1. Kisah Jelly dan Keluarga Bertahan Hidup di Batam, Tinggal 1 Kamar, Uang Kos sampai Dicicil Lima Kali

Inilah kisah Jelly dan keluarga bertahan hidup di Batam, tinggal 1 kamar, uang kos sampai dicicil lima kali.

Bekerja sebagai seorang pemulung merupakan pilihan terakhir untuk bertahan hidup di Batam saat ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Hal inilah yang dialami Jelly Hasibuan (38).

Sehari-hari ia bekerja sebagai pemulung barang bekas di kawasan Nagoya, Batam, Kepri.

Ya, Jelly menjadikan sampah sebagai mata pencahariannya.

Baca juga: Kisah Hasan Asal Buton Mengadu Nasib di Batam, Pernah Jadi Tukang Parkir Kini Pemulung

Baca juga: Pemulung Jujur Temukan Uang Rp 15 Juta, dari Pagi sampai Malam di Tepi Jalan Tunggui Pemilik Dompet

Karena tuntutan hidup dan harus bertanggung jawab kepada keluarganya, ia harus rela keliling Nagoya di tengah panasnya matahari untuk mencari barang bekas.

Diketahui, Jelly memiliki seorang istri dan empat anak.

Sebagian orang mungkin menyebutnya pemulung, namun ia tak keberatan dengan hal itu.

Pria kelahiran Sulangaling 38 tahun silam ini, mengumpulkan segala jenis sampah. Mulai dari sampah plastik, besi tua, aluminium, sampai tembaga dan menjualnya kembali ke pengepul yang lebih besar.

“Saya mengumpulkan dulu di sini, terus nanti dijual kembali ke bos besar,” ucapnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved