INI Tampang Pria Pembunuh Mahasiswa Telkom University dan Buang Mayatnya ke Parit, Ngaku Dukun Sakti

Jhovan Fernando alias Jo, merupakan tersangka utama kasus pembunuhan. Pengangguran yang mengaku dukun sakti ini sebelumnya datangi kontrakan Fathan.

cikwan suwandi/tribunjabar
KRONOLOGI Ditangkapnya Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Kapolres Beber Motif Pelaku Sebenarnya.Tiga Pelaku Pembunuhan mahasiswa Telkom University Bandung, Fathan Ardian Nurmiftah 

Jasadnya kemudian ditinggal. Baru pada Selasa sekitar pukul 24.00 WIB, Jo, Husain dan Rio membawa jasad Fathan ke Cilamaya menggunakan mobil minibus Carry pinjaman.

Dua orang warga yang tengah lari pagi kemudian menemukan jasad Fathan di parit pesawahan di Dusun Kecemek, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang pada Rabu (13/1/2021) sekitar pukul 05.48 WIB.

Polisi sendiri masih mendalami penyelidikan terkait motif meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

"Yang dikirim nomor rekening Husain. Namun ATM korban (Fathan) dalam penguasaan Jo," ujar Rama.

Husain ditangkap tanpa perlawanan di depan pabrik mobil di Kawasan Industri BIC, Purwakarta, Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara Jo sempat melarikan diri dan dikejar petugas.

Jo ditangkap di seberang Bank BNI Cabang Cikampek, Jalan Ahmad Yani Cikampek setelah menabrak gerobak soto dan sate. Sementara Rio bekuk di Kecamatan Pangkalan, Kamis (14/1/2021) malam.

Selain menangkap para tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya telepon genggam, sejumlah kartu, dan pakaian korban.

Orangtua Anggap Tebusan Rp 400 Juta sebagai Candaan, Ternyata Anaknya Diculik dan Tewas Mengenaskan

Sebelum jasad Fathan ditemukan, Kadiman, sang ayah mendapat ancaman pemerasan lewat Whatsapp.

Kadiman kaget bukan kepalang ternyata pesan itu serius.

Tadinya ia menganggap bahwa ancaman penculikan dan pemerasan uang senilai Rp 400 juta tersebut hanyalah candaan anaknya.

Ia menanggapi WA tersebut dengan candaan, dan sang anak, Fathan Ardian Nurmiftah (18) ditemukan meniggal dunia dalam keadaan mengenaskan.

"Ada WA (Whats App) dari nomor Fathan dengan nada ancaman Senin pagi," kata Kadiman saat ditemui di rumah duka di Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Kamis (14/1/2021).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved