INI Tampang Pria Pembunuh Mahasiswa Telkom University dan Buang Mayatnya ke Parit, Ngaku Dukun Sakti

Jhovan Fernando alias Jo, merupakan tersangka utama kasus pembunuhan. Pengangguran yang mengaku dukun sakti ini sebelumnya datangi kontrakan Fathan.

cikwan suwandi/tribunjabar
KRONOLOGI Ditangkapnya Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Kapolres Beber Motif Pelaku Sebenarnya.Tiga Pelaku Pembunuhan mahasiswa Telkom University Bandung, Fathan Ardian Nurmiftah 

TRIBUNBATAM.id, KARAWANG - Misteri pembunuhan Mahasiswa Telkom University akhirnya terkuak.

Polisi telah mengamankan dua pelaku penculik dan pembunuhan mahasiswa tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya warga Kabupaten Karawang dihebohkan dengan penemuan mayat di sebuah tersier sawah.

Mayat tersebut pun menimbulkan kegemparan bagi warga tempat dia tinggal.

Belakangan terungkap, mahasiswa Telkom tersebut tidak meninggal dengan cara biasa.

Baca juga: FAKTA Baru Kasus Pembunuhan Reni, Ibu Muda 4 Anak di Tanjungpinang

Baca juga: TERUNGKAP! Ini Dugaan Kuat Motif Pembunuhan Reni, Ibu 4 Anak di Tanjungpinang

Melainkan Ia dibunuh secara terencana oleh beberapa pria yang belum lama dikenal korban.

Para pembunuh tersebut mengira aksi mereka tidak akan tercium polisi.

Namun, perkiraan mereka keliru. Polisi bahkan dengan sangat muda mengungkap kejahatan mereka.

Para pelaku ditangkap polisi beberapa hari setelah mayat korban ditemukan terlilit plastik di parit sawah.

Fathan Ardian korban pembunuhan
Fathan Ardian korban pembunuhan (TribunJabar/ist)

Penemuan jasad bermula ketika seorang warga Dusun Kecemek, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menemukan mayat dalam kondisi terlilit kasur dan plastik, Rabu (13/1/2021).

Jhovan Fernando alias Jo, merupakan tersangka utama kasus pembunuhan.

Pengangguran yang sempat mengaku dukun sakti ini sebelumnya mendatangi kontrakan Fathan.

Usai membunuh, dia dan kawannya meminta uang tebusan usai korbannya sudah meninggal.

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan, Jo mengirim pesan kepada keluarga Fathan pada Senin (11/1/2021).

Dalam pesan yang dikirim melalui nomor Fathan, Jo meminta tebusan Rp 400 juta jika ingin Fathan selamat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved