Breaking News:

Nama Karni Ilyas ILC Muncul dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo, Ini Kata Kajati NTT

Nama Karni Ilyas ILC Muncul dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo, Ini Penjelasan Kajati NTT

Editor: Danang Setiawan
tribunjateng
Nama Karni Ilyas muncul dalam kasus dugaan korupsi pengalihan aset tanah negara seluas 30 hektar senilai Rp 3 Triliun, di Kerangan Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Foto: Karni Ilyas 

TRIBUNBATAM.id, KUPANG - Nama Karni Ilyas ILC Muncul dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Yulianto.

"Pak Gories Mere dan Karni Ilyas sudah diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik. Hingga saat ini, tim penyidik masih menyimpulkan, berdasarkan alat bukti Pak Gories Mere dan Karni Ilyas ini adalah masih diklaster kan sebagai pembeli yang beritikad baik," ujar Yulianto kepada sejumlah wartawan di Kupang, Sabtu (16/1/2021).

Yulianto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan alat bukti, jaksa menyimpulkan kalau Gories Mere dan Karni Ilyas termasuk pembeli yang beritikad baik.

Dikutip dari Kontan.co.id, nama Karni Ilyas muncul dalam kasus dugaan korupsi pengalihan aset tanah negara seluas 30 hektar senilai Rp 3 Triliun, di Kerangan Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Karni Ilyas satu 102 orang yang diperiksa Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karni Ilyas
Karni Ilyas (ISTIMEWA)

Baca juga: TV One Buka Suara Soal Ungkapan Karni Ilyas Tentang Program ILC ke Depannya, Tayang di Youtube

Baca juga: 12 Tahun Jadi Presiden ILC, Karni Ilyas Ternyata Pernah Jualan Koran

Tak hanya Karni Ilyas, muncul nama Gories Mere mantan staf khusus Presiden Joko Widodo.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Tinggi NTT telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tanah seluas 30 hektar senilai Rp 3 Triliun di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Dari 16 orang tersebut, 13 sudah ditahan jaksa penyidik.

Sedangkan tiga lainnya belum ditahan.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni berinisial ACD (Bupati Manggarai Barat), AN, AS, AR, EP, HS, MN, MDR, A alias U, VS, TDKD, DK, ST, MA, CS dan MN.

Tiga orang yang belum ditahan itu yakni Bupati Manggarai Barat ACD (Agustinus Ch Dula), VS (Veronika Syukur) dan A alias U (Afrizal alias Unyil).

Labuan Bajo
Labuan Bajo (Instagram.com/@indraseptianazhari)

Kasus berawal dari laporan masyarakat itu kini masih dalam tahap penyelidikan.

Diketahui, Kejati NTT tengah menangani kasus penjualan tanah di Labuan Bajo milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektar yang diduga merugikan negara sekitar Rp 3 triliun.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved