Kamis, 18 Juni 2026

SELASA SEHAT

Gejala Jantung Koroner yang Bisa Intai Anak Muda, Pria Lebih Berisiko

Ketahui gejala jantung koroner yang mengintai anak muda. Rupanya remaja pria lebih rentan mengidap penyakit ini

Tayang:

- Kadar homosistein tinggi

- Preeklamsia

- Kebiasaan minum alkohol berlebihan

- Penyakit autoimun

Perubahan gaya hidup jadi lebih sehat bisa menurunkan risiko jantung koroner.

Baca juga: Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Beragam Jenis Penyakit Jantung, Apa Penyebabnya?

Baca juga: 4 Komplikasi Serangan Jantung Paling Berbahaya yang Harus Diwaspadai, Ini Ciri-cirinya

Gejala jantung koroner

Gejala jantung koroner yang paling umum adalah angina.

Angina adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman.

Penderita bisa merasakan dadanya berat, sesak, tertekan, nyeri, seperti terbakar, sampai mati rasa.

"Kalau rasa nyerinya tumpul, tidak tajam, dan tidak bisa ditunjuk dengan satu spesifik, maka itu tanda-tanda angina sebagai gejala jantung koroner" Kata dr. Alya.

Gejala jantung koroner ini kerap disalahartikan sebagai nyeri dada pada gangguan pencernaan (heartburn).

Angina biasanya terasa di dada.

Tapi, penderita juga bisa merasakannya di bahu kiri, lengan, leher, punggung, atau rahang.

Selain nyeri dada, gejala jantung koroner lainnya yakni:

Baca juga: Jarang Disadari, Inilah Gejala Penyakit Jantung pada Wanita, Waspada Bila Kulit Berubah Warna

Baca juga: 5 Cara Cegah Jantung Bengkak, Sebabkan Komplikasi Serius hingga Kematian

Baca juga: Tanda-tanda Katup Jantung Bocor yang Harus Diwaspadai, Perut dan Kaki Bengkak

- Sesak napas

- Detak jantung tidak teratur

- Jantung berdebar

- Pusing

- Mual

- Lemah

- Berkeringat

Ketika muncul gejala jantung koroner di atas, jangan tunda untuk segera mencari pertolongan medis.

Gejala jantung koroner tersebut tidak semuanya dirasakan wanita.

Beberapa ciri-ciri jantung koroner pada wanita antara lain:

- Nyeri atau rasa tak nyaman terasa di dada, lengan kiri, atau punggung

- Detak jantung sangat cepat

- Sesak napas

- Mual atau kelelahan

Jika muncul ciri-ciri jantung koroner di atas, segera dapatkan pertolongan medis.

Pentingnya kontrol dan obat

dr. Alya mengatakan, pasien yang telah didiagnosis menderita penyakit jantung koroner harus rutin kontrol sesuai anjuran dokter.

Hal ini untuk memantau kondisi kesehatan jantung dan tentu saja menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Seringnya, pasien merasa sudah membaik dalam sekali berobat. Padahal kondisi itu sembuh terkontrol, artinya memang harus rutin dikontrol karena bisa kambuh sewaktu-waktu." ujar dr. Alya.

Menurutnya, orang yang sudah terkena penyakit jantung koroner harus mengonsumsi obat setiap hari demi mengontrol kesehatan jantung itu sendiri.

Bila tidak dijaga, maka berisiko menyebabkan sudden death atau kematian mendadak.

"Kadang baru periksa sekali lalu nggak periksa lagi, kemudian waktu dicek, ternyata sumbatannya makin banyak dan parah. Itu bisa berisiko kematian mendadak" pungkas dr Alya.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved