Breaking News:

Malaysia Kucurkan Tambahan Stimulus Rp 52 Triliun untuk Atasi Pandemi

Malaysia berencana menggelontorkan stimulus tambahan sebesar 15 miliar ringgit atau Rp 52 triliun untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19 yang ...

twitter/MuhyiddinYassin
PM Malaysia, Muhyiddin Yassin bicara soal Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Malaysia berencana menggelontorkan dana stimulus tambahan sebesar 15 miliar ringgit atau Rp 52 triliun untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian negara itu. 

Pada Senin, (18/1/2021), Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan, pengetatan aturan gerak masyarakat dalam mengatasi wabah virus corona atau MCO, seharusnya tidak berdampak pada perekonomian negara bila dibandingkan dengan lockdown yang diberlakukan Malaysia pada Maret 2020. 

Sebab, melalui aturan MCO, aktivitas perekonomian masih diperbolehkan. 

Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Malaysia memberlakukan status darurat nasional dan memberlakukan larangan melakukan perjalanan. 

Ibu Kota Kuala Lumpur dan lima negara bagian lainnya, diberlakukan lockdown demi menghentikan penyebaran wabah virus corona. Kasus infeksi virus corona di Malaysia memburuk beberapa hari terakhir. 

Mobilitas masyarakat dan aktivitas bisnis hampir berhenti selama lebih dari enam pekan pada Maret dan April 2020 setelah Malaysia memberlakukan aturan ketat untuk menghentikan pandemi corona.

Keputusan ini berdampak pada perekonomian Malaysia untuk pertama kali setelah lebih dari 10 tahun pada kuartal kedua. 

Uang stimulus ini, diantaranya 1 miliar ringgit untuk mendanai penyediaan tenaga kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengadaan APD serta alat pemindai. 

Bank-bank juga akan memperpanjang moratorium pinjaman dan merestrukturisasi pembayaran utang bagi individu dan pelaku usaha. 

Sedangkan, pemerintah akan mempercepat uang bantuan langsung tunai kepada kelompok keluarga berpenghasilan rendah dan individu, memperluas lingkup rencana subsidi bagi para pemilik usaha. 

Pada tahun lalu, Malaysia sudah menggelontorkan dana stimulus sebesar 305 miliar ringgit. 

Uang bantuan itu mulai dari pemberian uang tunai sampai subsidi gaji serta moratorium pinjaman guna membantu masyarakat dan para pelaku usaha menghadapi pandemi Covid-19

Sebelumnya, pada November 2020, Malaysia mengungkap rekor anggaran pengeluaran tertinggi, yakni 322,5 miliar ringgit atau Rp1.119 triliun. 

Anggaran sebesar itu untuk pengeluaran pada 2021 guna memacu aktivitas ekonomi dan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi. (*) 

Simak berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Baca juga: 4 Rekomendasi Skincare Hyaluronic Acid untuk Dapatkan Kulit Wajah Lembab dan Cerah Alami

Baca juga: Uniknya Tinggal di Anambas, Uang Koin Tak Laku Jadi Alat Pembayaran, Begini Cerita Warga

Baca juga: Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dilarang Soeharto, Dihidupkan Gus Dur

Baca juga: Berbeda dari Gisel dan Gading Marten, Gempi Bercita-cita Jadi Pendoa: Baik Banget Ya Dia

Penulis: Lia Sisvita Dinatri
Editor: Lia Sisvita Dinatri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved