BATAM TERKINI
AWAS! Predator Anak Makin Banyak di Batam, Psikolog : Ini Termasuk Kelainan
Saat ini, predator anak sedang banyak beraksi di Batam. Tak hanya mengincar anak-anak dengan lawan jenis, anak-anak sejenis pun jadi korban.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Memasuki awal 2021, Batam dihebohkan beberapa kasus terkait predator anak.
Pasalnya pelaku mengincar para bocah lelaki untuk pelampiasan seksnya.
Fakta mencengankan adalah pelaku seks menyimpang di Batam diduga tak ragu melancarkan aksinya.
Selain korbannya adalah bocah lelaki, predator anak juga memakan korban lawan jenis yang masih di bawah umur.
Terakhir adalah predator anak yang menodai setidaknya 10 anak dan diketahui 2 orang di antaranya sedang hamil, pelakunya diketahui bernama Rahardi Putra (21)
Ia berhasil diciduk Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kepri di kawasan Botania, Kecamatan Batam Kota, Selasa (19/1/2021).
Terkait hal tersebut, tentu timbul pertanyaan-pertanyaan seputar predator anak, untuk itu Tribunbatam.id, berhasil mengumpulkan beberapa informasi terkait predator anak.
Berikut wawancara yang dilakukan kepada seorang Psikolog yang juga mitra kerja Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) untuk wilayah Jawa Timur, Dinuriza Lauzi, M. Psi. Sekira pukul 18.45 WIB, Rabu (20/01/2021)
Keterangan, Tribunbatam.id =TB, Dinuriza Lauzi = DL.
TB: Apakah pelaku predator anak termasuk kelainan dan apakah ini merupakan bawaan lahir atau faktor lingkungan?
DL: Iya ini termasuk kelainan. Sebagian besar sih karena pengaruh lingkungan. Jadi kalau yang udah-udah ni ya kebanyakan, tapi bukan berarti seluruh kasus seperti itu, tapi kebanyakan rata-rata kasus ini karena faktor lingkungan, dia pernah menjadi korban, si pelaku pernah jadi korban, sebagai anak yang dilakukan hal yang kurang lebih sama oleh pelaku yang lainnya lagi.
Jadi masa kecilnya ini memiliki trauma tersendiri, nah pas besar mungkin dia punya dendam, atau sempat menikmati mungkin, tetapi seiring berjalannya usia, berjalannya pengetahuan, dia mulai memahami bahwa hal tersebut adalah hal yang diluar dari tindakan moral. Maka hal itu diredam sama dia, tapi dia tidak mampu meredamnya akhirnya dia coba untuk melakukannya seperti yang dilakukan pelaku terlebih dulu terhadap dia, misalnya dengan cara diam-diam atau sembunyi-sembunyi.
Jadi, kelainan iya, karena intinya adalah baik secara agama maupun secara hukum, secara moral dan secara budaya, di setiap negara manapun tidak ada yang namanya laki-laki dan perempuan ini melakukan sesuatu hubungan itu usianya jauh dibawah usia normal, jadi misalnya usia 6 tahun, atau 5 tahun itu dianggap tidak normal, jadi itu sudah di luar dari batas moral dan kesusilaan seperti itu.
Baca juga: MENDEKAM di Sel Orang Gila Shelter Dinsos Batam, Predator Anak Minta Dibawa ke Rumah Sakit
TB: Lantas apa yang mendorong seorang predator anak untuk melakukan aksinya?
DL: Ya itu bisa jadi dia punya pengalaman traumatis waktu kecil, sehingga dia tidak mampu untuk kemudian melupakan pengalaman itu dan menjadi dendam, nah orang kadang kalau menjadi dendam itukan pilihannya cuma dua, dia menjadi ambil sisi kiri atau sisi kanan, nah sisi kiri misalnya dia akan membalaskan dendam pada orang lain lagi, nah sisi kanan adalah dia masuk ke dalam dirinya, dia dendam tapi merusak dirinya, misalnya jadi traumatis, atau atau jadi stres atau jadi gila dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/barang-bukti-fotografer-cabul.jpg)