Rabu, 29 April 2026

Akhirnya Bos Sinovac Bicara, Pencipta Vaksin China Buka-bukaan Hingga Sebut Nama Jokowi dan Erdogan

Perusahaan farmasi China Sinovac Biotech Ltd pun buka-bukaan mengenai vaksin Sinovac.

|
TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Vaksinasi Corona di RSUD Embung Fatimah, Rabu (20/1/2021). 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, CHINA- Pemerintah Indonesia telah memulai proses vaksinasi.

Beberapa merek vaksin pun telah beredar di Tanah Air, satu di antaranya yakni Sinovac.

Vaksin ini sudah mulai diedarkan ke sejumlah daerah di Indonesia.

Baru-baru ini juga muncul kabar jika di antara penerima vaksin Sinovac justru positif Covid-19 tak lama setelah divaksin.

Satu di antaranya seperti yang dialami kepala daerah di Sleman.

Publik luas akhirnya bertanya-tanya mengenai efektivitas vaksin Sinovac.

Perusahaan farmasi China Sinovac Biotech Ltd pun buka-bukaan mengenai vaksin Sinovac.

Perusahaan farmasi itu mengaku bakal meningkatkan produksi CoronaVac, vaksin Covid-19 yang tidak aktif.

Hal tersebut untuk memastikan pasokan global.

Yin Weidong, Chairman dan CEO Sinovac Biotech Ltd berharap, vaksin ini akan melindungi lebih banyak orang di dunia.

"Sinovac telah menerima pesanan vaksin dari Brasil, Indonesia, Turki, Chile, dan negara serta wilayah lain, dan kami berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi," kata Yin dalam wawancara dengan Kantor Berita Xinhua.
"Kami berharap vaksin itu akan melindungi lebih banyak orang di seluruh dunia," ujarnya lagi.
Vaksin Sinovac telah disetujui untuk penggunaan darurat di beberapa negara, termasuk China, Indonesia, Brasil dan Chile.

Yin menambahkan, Sinovac telah membangun lini produksi kedua, yang akan mulai beroperasi pada Februari 2021, meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 1 miliar dosis.

Sinovac akan mengekspor vaksin setengah jadi ke beberapa negara, dan membantu membangun jalur pengisian dan pengemasan lokal di negara-negara pengimpor untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

“Berdasarkan output tahunan sebesar 1 miliar dosis, kami akan terus meningkatkan kapasitas produksi. Kami menghadapi ketidakpastian terkait pandemi virus Corona dan permintaan vaksin, yang tidak akan ditanggapi dengan model bisnis permintaan-suplai saja. Vaksin adalah barang publik dan kita harus memikul tanggung jawab sosial," kata Yin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved