Breaking News:

BATAM TERKINI

Tarif Parkir Bakal Naik 100 Persen, Hendra Asman : Saya Tidak Setuju! Jangan Tambah Beban Warga 

Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Batam menaikkan tarif parkir tepi jalan mendapatkan penolakan dari DPRD Batam. Alasannya, saat ini masih pandemi.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Batam menaikkan tarif parkir tepi jalan mendapatkan penolakan dari DPRD Batam. Alasannya, saat ini masih pandemi. Ilustrasi 

Rustam menilai sejauh ini tarif parkir di pinggir jalan di Kota Batam cukup murah jika dibandingkan di daerah lainnya.

Selain itu, tarif ini dari tahun ke tahun tidak mengalami kenaikan.

Di area pintu masuk Bandara Hang Nadim Batam terpasang spanduk sosialisasi penyesuaian tarif parkir.
Di area pintu masuk Bandara Hang Nadim Batam terpasang spanduk sosialisasi penyesuaian tarif parkir. (TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU)

Retribusi ini, kata Rustam, akan disesuaikan. Untuk roda 2 yang hanya seribu akan naik menjadi Rp 2 ribu. Sementara untuk roda 4 naik menjadi Rp 4 ribu jika saat ini hanya Rp2 ribu.

Namun demikian, penyesuaian ini akan tetap disosialisasikan pihaknya kepada masyarakat.

Diakuinya kenaikan ini akan dilakukan dengan berbagai pertimbangandan alasan. Seiring dengan target retribusi parkir di tahun 2021 sebesar Rp 35 miliar.

"Kami diberi target besar. Tapi ini masih dalam tahap pembahasan.

Sebelumnya kita sosialisasikan kepada masyarakat. Apalagi saat ini masih pandemi Covid-19.

Karena tarif parkir di Batam ini yang paling murah, hanya seribu Rupiah untuk motor. Daerah lain sudah dua ribu Rupiah," katanya.

Dishub Batam juga diminta untuk mengoptimalkan sejumlah titik-titik parkir yang belum digarap di tahun 2020.
Hal ini untuk mengenjot pendapatan dari retribusi parkir di pinggir jalan.

"Kami lagi mendata. Pastinya kita akan mengoptimalkan sejumlah titik-titik parkir belum kita pungut di tahun (2020) kemarin," sebutnya.

Berdasarkan data, di tahun 2020 titik parkir yang disurvei sebanyak 710 titik.

Halaman parkir sebuah sekolah swasta di Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (24/6/2020). Kadisdik Batam meminta pengelola sekolah untuk memberi keringanan biaya, khususnya saat pandemi Covid-19 ini.
Halaman parkir sebuah sekolah swasta di Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (24/6/2020). Kadisdik Batam meminta pengelola sekolah untuk memberi keringanan biaya, khususnya saat pandemi Covid-19 ini. (TribunBatam.id/Ian Pertanian)

Dengan rincian 556 titik yang sudah dipungut. Sementara 154 merupakan titik yang belum dipungut, karena keterbatasan juru parkir di lapangan.

Dari 556 kawasan tersebut, sedikitnya 183 adalah titik parkir mandiri seperti Alfarmart atau Indomaret.

Sedangkan 373 titik on the sport (OTS) yang menggunakan jasa juru parkir.

Pada 2020 lalu, retribusi parkir di pinggir jalan ditargetkan Rp20 Miliar. Dari nominal tersebut pencapaian hanya berkisar Rp 4,6 miliar.

Begitu juga dengan pajak parkir yang di targetkan Rp20 Miliar juga tidak terealisasi banyak hanya mencapai Rp 5,7 Miliar.

"Titik yang belum dipungut inilah nanti kita optimalkan. Agar pendapat restribusi parkir bisa mencapai target ke depannya," tuturnya.

Rencana kenaikan tarif parkir di Kota Batam ini, diketahui sudah beredar sejak 2019 lalu.

Pemko Batam melalui Dishub Batam telah mengajukan naiknya tarif parkir pada 2020 mendatang ke DPRD Batam.

Untuk tarif motor yang tadinya Rp 1.000 akan berubah menjadi Rp 2.000 dan mobil yang tadinya Rp 2.000 diawal menjadi Rp 4.000. (Tribun Batam.id/ Roma Uly Sianturi/Ian Sitanggang)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved