HUMAN INTEREST
Kisah Nasrul, 35 Tahun Jadi Sopir Angkot Bertahan saat Pandemi, 'Dulu Ada Langganan'
Nasrul, sopir angkot di Tanjungpinang bercerita, sebelum pandemi Covid-19, ia sempat punya langganan tetap dari anak-anak sekolah.Kini tidak
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Biaya perawatan yang dikeluarkan ditambah biaya kredit angkutan mobil setiap bulannya, memang tidak murah.
"Yang jelas tidak sedikit, kadang jujur saja kami sampai cari pinjaman untuk itu," terangnya.
Di tengah sulitnya mencari uang saat pandemi, suami dari Ny Netri ini juga mengeluh soal stok Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis Premium di SPBU yang ada di Tanjungpinang.
Pasalnya, keterbatasan itu membuat waktunya habis mengantre panjang di SPBU hingga berjam-jam dan tidak mengangkut penumpang.
"Kalau pakai Pertalite mana lah kita mampu. Itu pun sudah tidak sesuai lagi keuntungannya buat kita. Jadi setiap pukul 12.00 Wib saya sudah harus ikut antrean kalau tidak, ya tak dapat," ujar Nasrul.
(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google