Breaking News:

PILKADA KEPRI

Komisioner KPU Kepri Dukung Pengungkapan Laporan Dugaan Pelanggaran Dana Kampanye Paslon

Komisioner KPU Kepri Widyono Agung membenarkan pihaknya telah dimintai keterangan Bawaslu Kepri terkait dugaan pelanggaran dana kampanye paslon

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Komisioner KPU Kepri Dukung Pengungkapan Laporan Dugaan Pelanggaran Dana Kampanye Paslon. Foto Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri), Widyono Agung.  

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri), Widyono Agung membenarkan, pihaknya telah dimintai keterangan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri.

Itu terkait laporan dugaan pelanggaran dana kampanye yang dilakukan salah satu pasangan calon (paslon) pada Pilkada Kepri.

"Ya, kemarin kita dari KPU dimintai keterangan atau klarifikasi oleh Bawaslu Kepri terkait laporan itu," ucapnya saat ditemui Tribunbatam.id di kantornya di Tanjungpinang, Selasa (26/1/2021).

Ia menyampaikan, tidak mengetahui lagi sumber dana yang masuk ke rekening dana kampanye dari masing-masing paslon, termasuk paslon 03, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

"Kita sampaikan kalau KPU menggunakan Sistem Dana Kampanye (Sidakam). Kita tidak ketemu langsung dengan yang memberikan dana. Terpenting identitasnya jelas," ucapnya.

Hal itu dikuatkan dengan surat pernyataan, bahwa benar-benar menyumbangkan dana kampanye untuk paslon.

"Jadi KPU hanya menerima surat pernyataan itu. Kalau memenuhi syarat ya sudah. Tidak menelusuri lagi ini siapa orangnya, sumber dananya dari mana," jelasnya.

Sesuai ketentuan, bila sumbangan dana kampanye perorangan maksimal Rp 75 juta. Sedangkan atas nama kelompok atau badan usaha berbadan hukum resmi Rp 750 juta.

"Kalau paslonnya bebas, yang tidak boleh bersumber dari usaha BUMN dan BUMD, dan yang tidak resmi," ujarnya kembali.

Ia menegaskan sangat siap bila mana Bawaslu Kepri masih memerlukan keterangan dan sebagainya dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kalau kita tentu sangat siap mendukung untuk pengungkapan sebenarnya atas laporan itu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) meminta Bawaslu Provinsi Kepri menindak lanjuti laporan terkait dugaan pelanggaran dana kampanye yang dilakukan salah satu pasangan calon (paslon) pada Pilkada Kepri.

Dalam hal ini Bawaslu Kepri diminta melakukan pemeriksaan terkait laporan nomor 040/LP/RI/PG/00.00/l/2021.

Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan membenarkan adanya laporan tersebut.

"Kemarin kita sudah panggil untuk minta klarifikasi dari KPU Kepri dan tim Paslon tersebut," ujarnya, Selasa (26/1/2021).

Disampaikannya, proses ini akan berlangsung selama tiga sampai lima hari kedepan.

Baca juga: Pilkada Kepri - Kampanye Daring Belum Efektif, Bawaslu Kepri Catat 8 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Baca juga: Bawaslu Kepri Temukan 34 Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada Kepri 2020, Apa Saja?

"Laporannya masuk delik pidana Pemilu. Jadi kalau benar terbukti, maka Bawaslu akan serahkan kasus ini kepada Sentra Gakkumdu," ucapnya.

Dalam surat yang diterima Tribunbatam.id, pada hari ini pukul 11.00 Wib, Bawaslu Kepri akan meminta pelapor untuk memberikan keterangan perihal adanya dugaan pelanggaran dana kampanye yang dilakukan paslon tersebut.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved