Breaking News:

Angin Segar Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tangan Sandiaga Uno

andiaga Uno menantang para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Batam untuk unjuk gigi demi bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Menparekraf Sandiaga Uno ke Batam, Pakai Batik Khas Batam, Puji Hasil Karya Anak Daerah. Foto Menparekraf Sandiaga Uno saat berbincang dengan Wali kota Batam dan istri Marlin Agustina di Gedung Dekranasda Batam, Jumat (22/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, pada Rabu (23/12/2020) resmi melantik 6 menteri dan 5 wakil menteri. Pada reshuffle jilid satu pada periode kedua kepemimpinan Jokowi.

Dari 6 menteri yang dilantik, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Yang dahulu dikenal, rivalnya pada Capres 2019 lalu.

Usai dilantik, tampaknya pria yang kerap disapa Sandi ini, langsung mengunjungi beberapa daerah. Termasuk daerah Batam, Kepulauan Riau. Ia optimistis, kepariwisataan tanah air bangkit meski bada pandemi Covid-19 menghantam.

Baca juga: Sandiaga Uno ke Kepri, Sekdaprov: Semoga Pertanda Bangkitnya Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Bahkan, Sandiaga Uno menantang para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Batam untuk unjuk gigi demi bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini ingin pelaku Parekraf di Batam bahu membahu mewujudkan hal tersebut.

“Di Batam saya berdiskusi dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terutama dengan kalangan UMKM dan keluhan yang dirasakan adalah menurunnya secara drastis penjualan dari produk-produk ekonomi kreatif dan produk-produk wisata dikarenakan ditutupnya perbatasan kita dan tidak adanya wisatawan dari Singapura maupun Malaysia,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, belum lama ini.

Baca juga: Catatan Kunker Sandiaga Uno ke Kepri saat Pandemi, Bahas Pariwisata hingga Vaksin Covid

Sandiaga Uno berpendapatan para pelaku usaha Parekraf di Batam anjlok akibat tidak adanya wisatawan yang masuk ke wilayah ini. Sebab, akses perbatasan masuknya warga negara asing (WNA) masih ditutup oleh pemerintah.

“Nah ini perlu kita sikapi karena pembatasan sosial berskala bersar atau PPKM dan ditutupnya perbatasan merupakan tindakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu saya memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dengan menggunakan akselerasi dan digitalisasi,” kata dia.

Sandi meminta para pelaku usaha Parekraf tidak hanya berdiam diri menghadapi situasi ini. Menurut dia, para pelaku usaha perlu untuk membuat ide yang bagus meski pandemi masih berlangsung.

“Lalu beradaptasi di tengah-tengah pandemi  dan melambatnya ekonomi, mereka harus  mampu untuk mencari produk-produk yang bisa dijual kepada wisatawan domestik, dan produk-produk yang sekarang diminati seperti sport tourism seperti wisata berbasis alam terbuka, wisata yang berbasis edukasi, wisata yang berbasis kekayaan budaya kita,” kata Sandi.

Baca juga: Event Wisata Kepri Bakal Dimulai Juni 2021 Asal Syarat Ini Terpenuhi

Halaman
12
Editor: Filemon Halawa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved