Senin, 13 April 2026

Bos EIGER Minta Maaf ke YouTuber, Ada Apa? Dian Widiyanarko Sebut Tak akan Beli Produk Lagi

Bos besar brand Eiger menyampaikan permintaan maaf setelah mengirimkan surat keberatan kepada YouTuber Dian Widiyanarko yang melakukan review produk

|
kompas.com
Bos EIGER Minta Maaf ke YouTuber, Ada Apa? Dian Widiyanarko Sebut Tak akan Beli Produk Lagi. Foto ilustrasi toko Eiger Bandung 

TRIBUNBATAM.id - Bos EIGER Minta Maaf ke YouTuber, Ada Apa? Dian Widiyanarko Sebut Tak akan Beli Produk Lagi.

Bos besar brand Eiger menyampaikan permintaan maaf.

Surat yang dilayangkan ke YouTuber  itu juga berbuntut panjang dan viral.

Sebelumnya Eiger mengirimkan surat keberatan kepada YouTuber Dian Widiyanarko.

Melalui surat itu, Eiger menyatakan keberatan atas konten review yang dibuat Dian.

Padahal, konten itu dibuat bukan karena endorse dan termasuk review positif.

Menanggapi hal itu CEO PT Eigerindo MPI, Ronny Lukito, mengakui surat keberatan benar dari pihaknya.

Baca juga: Jangan Ketinggalan, Andre Taulany Bakal Review Mobil Baru Toyota di Ajang IOOF 2020

Baca juga: HP Smartphone Vivo Terbaru 2019, Segini Harga, Varian Warna dan Review Spesifikasinya

Baca juga: Cabut Laporan Polisi, Dirut Garuda Indonesia Ajak Rius Vernandes Review First Class

Dengan kejadian ini, Ronny menyampaikan permohonan maaf atas apa yang menimpa Dian Widiyanarko.

"Atas nama perusahaan PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI),

sebagai perusahaan yang menaungi merk EIGER Adventure,

dengan rendah hati kami menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas masalah yang terjadi," ujar Ronny dalam keterangan resmi dilansir dari Kompas.com, Kamis, (28/1/2021).

Baca juga: Nokia Pamer Kamera 808 PureView Lewat Video

Baca juga: Kerap Beri Review Palsu di TripAdvisor, Pria Ini Harus Mendekam di Penjara

Baca juga: Ngeri! Dapat Review Jelek, Pemilik Online Shop Lukai Pelanggannya! Begini Kejadiannya!

Ronny membenarkan bahwa surat keberatan yang dikirimkan kepada Dian Widiyanarko dikirimkan oleh PT Eigerindo MPI.

Ia mengakui, apa yang dilakukan oleh pihaknya tidak tepat dan salah.

"Sejatinya maksud dan tujuan awal kami adalah untuk memberikan masukan kepada reviewer agar lebih baik lagi.

Tetapi sekali lagi, kami menyadari bahwa cara penyampaian kami salah," lanjut dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved