Jumat, 12 Juni 2026

BATAM TERKINI

Polemik Tagihan Air Naik di Batam, Ruko Kosong, Bayar Air Naik Empat Kali Lipat

Pemilik ruko di Sagulung kaget setelah tahu tagihan air bulan Desember 2020 naik hingga 4 kali lipat. Sementara ruko tersebut kosong.

Tayang:
TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Polemik Tagihan Air Naik di Batam, Ruko Kosong, Bayar Air Naik Empat Kali Lipat . Foto seorang warga Batam, Parlindungan di kantor SPAM BP Batam Batuaji, Selasa (12/1/2021). 

Hal ini menjadi konsentrasi serius yang seharusnya diinvestigasi pihak PT Moya Indonesia.

"Jumlah pemakaian yang tidak wajar ini, yang menciptakan asumsi negatif di tengah-tengah masyarakat dan secara nyata menciptakan tekanan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid 19 saat ini," katanya.

Ia menambahkan Komisi I DPRD Kota Batam akan terus mengawal dan segera mengagendakan kembali RDPU.

"Saya minta PT Moya untuk tidak memaksakan kehendak dan tidak melakukan pemutusan sambungan pelanggan sampai benar-benar bisa menjelaskan alasan jumlah pemakaian yang meroket yang berdampak pada jumlah tagihan melonjak secara tidak wajar," katanya.

Kontrak Berakhir 14 Mei 2021

Pengelolaan air bersih di Batam kini dikelola PT Moya Indonesia.

PT Moya Indonesia hanya mengelola selama transisi konsesi pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM Batam selama 6 bulan lamanya, sejak 14 November 2020.

Pengusaha Mengeluh Tagihan Air Naik, Kadin Batam: Semoga BP Batam Beri Toleransi. Foto Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mendatangi kantor perwakilan PT Moya Indonesia di Batam Center, Kamis (7/1/2021).
Pengusaha Mengeluh Tagihan Air Naik, Kadin Batam: Semoga BP Batam Beri Toleransi. Foto Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mendatangi kantor perwakilan PT Moya Indonesia di Batam Center, Kamis (7/1/2021). (TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Bila dihitung masa transisi, pengelolaan air bersih di Batam yang dikelola PT Moya Indonesia akan berakhir pada 14 Mei 2020.

Lalu siapa pengelola air bersih di Batam selanjutnya?

BP Batam pun sedang mempersiapkan rencana lelang pengelolaan air besih di Batam itu.

Hal ini diakui Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, BP Batam, Binsar Tambunan saat berada di Kantor Wali Kota Batam Lantai IV.

"Belum (waktu mulai tender). Kan belum masa transisi," sambung Binsar.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi sebelumnya mengatakan jika PT Moya Indonesia mengelola air baku di Batam, dalam masa transisi enam bulan.

Moya ditujukan untuk memberikan pelayanan distribusi air menjadi lebih baik lagi.

Setelah masa transisi berakhir, BP Batam akan membuka tender pengelolaan air baku untuk masa konsesi kedua selama 25 tahun.

Warga mengantre untuk membayar tagihan air di kantor pelayanan pelanggan PT Moya di Bengkong, Kamis (7/1/2021).
Warga mengantre untuk membayar tagihan air di kantor pelayanan pelanggan PT Moya di Bengkong, Kamis (7/1/2021). (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)
Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved