Breaking News:

KULINER NUSANTARA

Hanya Ada di Daerah Ini, Topeng Cokelat Unik Bisa Dimakan

Djoko Rendy, salah seorang seniman di Kota Malang membuat Topeng Malangan melalui olahan cokelat. Tujuannya supaya seni Topeng Malangan

Editor: Filemon Halawa
KOMPAS.COM/ANDI HARTIK
Topeng Malangan dari olahan coklat, Selasa (15/9/2020). 

Pertama, ia terhibur karena belajar mengolah cokelat. Kedua, ia belajar tentang Topeng Malangan yang menjadi ciri khas Malang.

"Ini fun lerning, karena dengan memasak cokelat aja kebudayaanya sudah masuk. Tanpa mereka sadari sudah ada edukasi tentang kebudayaan," jelasnya.

Sejak Raja Kertanegara Berkuasa

Baca juga: Sejarah Unik Kemunculan Brownies, Berawal dari Keberadaan Cokelat yang Populer

Djoko mengatakan, penggunaan topeng di Malang sudah ada Raja Kertanegara berkuasa pada abad ke-13 masehi. Ketika itu, Malang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Singosari.

Topeng ketika itu digunakan untuk menyeleksi prajurit. Namun demikian, Djoko mengaku belum mengetahui bentuk topeng pada masa itu.

"Pada masa Raja Kertanegara, sudah mulai diciptakan topeng untuk menutupi wajah prajurit saat seleksi. Seiring berjalannya waktu penggunaan topeng berganti, terkadang digunakan saat ritual," katanya.

Sekarang, topeng dijadikan sebagai bentuk seni yang menjadi ciri khas dan mencerminkan daerah tertentu. Termasuk Topeng Malangan yang menjadi ciri khas Malang.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Unik, Ada Topeng Malangan dari Cokelat, Bisa Dimakan"

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved