KULINER NUSANTARA

Hanya Ada di Daerah Ini, Topeng Cokelat Unik Bisa Dimakan

Djoko Rendy, salah seorang seniman di Kota Malang membuat Topeng Malangan melalui olahan cokelat. Tujuannya supaya seni Topeng Malangan

KOMPAS.COM/ANDI HARTIK
Topeng Malangan dari olahan coklat, Selasa (15/9/2020). 

MALANG, TRIBUNBATAM.id - Mungkin kamu adalah salah satu orang dari sekian miliar jumlah orang di dunia penyuka makanan cokelat. Makanan cokelat biasanya identik dengan kata romantis. 

Karena biasanya, cokelat digunakan kawula muda saat Hari Kasih sayang 14 Februari setiap tahun, atau dikenal dengan Hari Valentine. Biasanya, makanan cokelat laris di pasaran.

Djoko Rendy, salah seorang seniman di Kota Malang membuat Topeng Malangan melalui olahan cokelat. Tujuannya supaya seni Topeng Malangan yang merupakan topeng khas Malang semakin banyak dikenal. 

Baca juga: Sederet Pesona Juragan 99 ‘Crazy Rich Malang’ yang Bikin Raffi-Nagita Wonderstruck

Djoko membuat olahan cokelat itu di salah satu lapak di Pasar Senin Bareng Kota Malang. Olahan cokelat yang diberi nama cokelat Topeng Nareswari itu dijual dengan rentang harga Rp 3.000 hingga Rp 350.000 sesuai dengan ukuran.

Berikan pelatihan

Baca juga: Seniman Kota Gurindam Tampil Virtual, Berikut Jadwalnya!

Djoko yang tergabung dalam Tithek Tenger, kumpulan para seniman dan budayawan, kerap memberikan pelatihan tentang membuat topeng dari olahan cokelat.

"Karena biasanya orang melihat topeng saja sudah takut. Patut kita coba lewat makanan. Ibu-ibu biasanya senang memasak, sedangkan anak biasanya senang cokelat," kata Djoko, beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, Djoko menganggap, edukasi tentang Topeng Malangan kepada masyarakat akan lebih elegan. Tidak hanya itu, Djoko mengaku olahan cokelatnya yang berbentuk Topeng Malangan sudah sampai ke Jerman dan Prancis.

"Kami rutin mengirim ke Jerman dan Prancis. Biasanya dikirim dibuat oleh-oleh," katanya.

Baca juga: Resep Donat Kukus Meses Cokelat, Jajanan Praktis Pengganti Gorengan, Bisa Jadi Ide Jualan

Evi Widiya Sukmawati, Kepala Sekolah Omah Bocah Annaafi' Perum Griya Santa Kota Malang yang kebetulan belajar tentang mengolah cokelat berbentuk Topeng Malangan mengaku mendapatkan dua manfaat sekaligus.

Pertama, ia terhibur karena belajar mengolah cokelat. Kedua, ia belajar tentang Topeng Malangan yang menjadi ciri khas Malang.

"Ini fun lerning, karena dengan memasak cokelat aja kebudayaanya sudah masuk. Tanpa mereka sadari sudah ada edukasi tentang kebudayaan," jelasnya.

Sejak Raja Kertanegara Berkuasa

Baca juga: Sejarah Unik Kemunculan Brownies, Berawal dari Keberadaan Cokelat yang Populer

Djoko mengatakan, penggunaan topeng di Malang sudah ada Raja Kertanegara berkuasa pada abad ke-13 masehi. Ketika itu, Malang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Singosari.

Topeng ketika itu digunakan untuk menyeleksi prajurit. Namun demikian, Djoko mengaku belum mengetahui bentuk topeng pada masa itu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved