Koruptor China Dieksekusi Mati, 100 Gundiknya Tinggal di 1 Perumahan, Duit Tunai Korupsinya 30 Ton
Media pemerintah China CCTV melansir koruptor tersebut terkenal karena memiliki 100 gundik yang tinggal dalam satu kompleks perumahan.
Editor: Anne Maria
TRIBUNBATAM.id, BATAM- Seorang koruptor di China dieksekusi mati.
Fakta lain terungkap soal kehidupan sang koruptor.
Ternyata Ia mempunyai 100 gundik yang tinggal dalam satu perumahan.
Bahkan duit tunai hasil korupsinya mencapai 30 ton.
Koruptor kakap China Lai Xiaomin, yang divonis menerima suap 277 juta dolar AS atau Rp 3.88 triliun menjalani eksekusi mati, Jumat (29/1/2021).
Media pemerintah China CCTV melansir koruptor tersebut terkenal karena memiliki 100 gundik yang tinggal dalam satu kompleks perumahan.
Baca juga: Sombong, KOLONEL CHINA Remehkan Militer AS! Sebut Mission Impossible Tahan Ambisi Mereka Soal Ini
Baca juga: CHINA Jual Amerika Beli: Xi Jinping Kirim Jet Tempur ke Taiwan, Joe Biden Balas Kerahkan Kapal Induk
Kini Ia pun akan eksekusi mati berdasarkan vonis Pengadilan Tianjin.
"Jumlah suap yang diterima oleh Lai Xiaomin sangat besar, kejahatannya sangat serius dan dampak sosialnya sangat parah," kata laporan itu mengutip pernyataan Mahkamah Agung Tiongkok, yang menyetujui vonis eksekusi mantan banker top China tersebut.
Tidak disebutkan bagaimana Lai Xiaomin dieksekusi, tetapi CCTV mengatakan dia diizinkan bertemu kerabat dekat sebelum dieksekusi.
Pengadilan China memiliki tingkat eksekusi lebih dari 99 persen dan sangat jarang hukuman mati dibatalkan.
Jumlah eksekusi mati yang dilakukan setiap tahun dianggap sebagai rahasia negara.
Kelompok hak asasi Amnesty International memperkirakan negara itu adalah algojo teratas secara global, dengan ribuan dieksekusi dan dijatuhi hukuman mati setiap tahun.
Lai Xiaomin divonis bersalah oleh Pengadilan Tianjin dan menyatakan terdakwa telah menunjukkan "niat jahat yang ekstrem" dan menyalahgunakan posisinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Meski sebelumnya media China menyebut Lai Xiaomin punya 100 gundik, tapi Pengadilan Tianjin menyatakan bersalah melakukan bigami setelah tinggal dengan seorang wanita “sebagai suami istri untuk waktu yang lama” di luar pernikahannya dan menjadi ayah dari anak-anak yang tidak sah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/30012021_lai-xiaomin-koruptor-china-dieksekusi-mati.jpg)