VIRUS CORONA DI LINGGA
Corona di Lingga Serang Ibu Hamil, Total 11 Kasus Aktif Covid-19
Ibu hamil yang positif corona di Lingga merupakan bagian dari 7 kasus baru hingga Minggu (31/1). Mereka merupakan warga Kecamatan Lingga.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Corona di Lingga serang ibu hamil.
Seorang wanita berumur 24 tahun dinyatakan positif Virus Corona di Lingga.
Wanita berinisial SR ini dalam kondisi hamil. Ia kini menjalani perawatan di RSUD Encik Mariyam.
Ia merupakan satu dari tujuh kasus baru covid-19 di Lingga hingga Minggu (31/1) malam.
Dengan penambahan kasus ini, tercatat 11 kasus aktif Virus Corona di Lingga.
Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna Putra mengatakan, tujuh pasien baru itu merupakan warga asal Kecamatan Lingga.
"Ketujuh pasien melakukan pengambilan swab I dan II pada 27-28 Januari dan pada 31 Januari.
Hasil RT-PCR BTKLPP Kelas I Batam menunjukkan hasil terkonfirmasi aktif untuk tujuh pasien itu," kata Wirawan kepada TribunBatam.id, Minggu malam.
Untuk diketahui, hingga saat ini tercatat kasus Covid-19 di Lingga sebanyak 47 orang.
Rinciannya 34 pasien sembuh corona, 2 kasus meninggal dunia serta 11 orang aktif terkonfirmasi positif Covid-19.
Adapun sebelas pasien terkonfirmasi aktif, yakni tiga orang berasal dari Kecamatan Singkep Barat.
Satu orang asal Senayang, dan tujuh penambahan asal Kecamatan Lingga.
"Di antara sebelas pasien, 2 orang yang dirawat di RSUD Encik Mariyam Daik.
Sementara 9 orang menjalani isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan setempat," sebut Wirawan.
Wirawan juga menyebutkan, bahwa sejauh ini sudah ditemukan 193 orang yang melakukan pelaku perjalanan yang masuk di wilayah Kabupaten Lingga.
Baca juga: Karimun Butuh 400 Ribu Vial Vaksin Corona
Baca juga: Corona di Batam Tembus 5.600 Kasus, Usia 26 Sampai 35 Tahun Paling Banyak Kena Covid-19
Adapun terdiri dari pintu masuk Pelabuhan Benan hanya 1 orang, Tanjung Buton 69 orang, Sungai Tenam 71 orang.
Kemudian Tajur Biru sebanyak 7 orang, Pancur 29 orang, dan Pelabuhan Senayang sebanyak 16 orang.
Wirawan terus mengimbau agar masyarakat selalu disiplin protokol kesehatan dalam situasi apapun.
"Pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk itu pakai masker, jaga jarak, hindari Keramaian dan cuci tangan pakai sabun.
Adapun ketujuh pasien tersebut, yakni 041, 042, 043, 044, 045, 046, 047, yang terdiri dari empat pasien laki-laki dan tiga pasien perempuan.
Berikut update covid-19 di Lingga:
1. Pasien 041, atas nama Tuan AC yang berusia 36 tahun, yang pernah melakukan perjalanan pada Kamis (14/1) dan mengalami gejala seminggu kemudian, Kamis (21/1).
Yang bersangkutan sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Mariyam, Daik Lingga.
2. Pasien 042, atas nama Nyonya SR yang berusia 24 tahun. Yang berdangkutan sendiri sedang dalam keadaan Hamil dan sedang dirawat di RSUD Encik Mariyam.
3. Pasien 43, atas nama Tuan AK. Pria yang berusia 35 tahun ini pernah melakukan perjalanan dari Kota Batam pada 16-18 Januari, kemudian tumbul gejala pada Sabtu (23/1).
Yang bersangkutan sedang menjalani isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan setempat.
4. Pasien 044, atas nama Nyonya R, yang berusia 30 tahun. Yang bersangkutan timbul gejala pada Rabu (20/1) lalu dan sedang menjalani isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan setempat.
5. Pasien 045, atas nama Nyonya VL, dengan usia 23 tahun.
Perempuan asal Kecamatan Lingga ini timbul gejala pada Selasa (26/1) lalu dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan setempat.
6. Pasien 046, atas nama Tuan AR. Pria yang berusia 28 tahun ini timbul gejala pada Minggu (24/1) dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan setempat.
7. Pasien 047, atas nama Tuan RN, dengan usia 26 tahun.
Yang bersangkutan kontak erat dengan kasus suspek dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan setempat.
Nakes Siap Divaksin
Sejumlah tenaga kesehatan di Lingga, khususnya di Puskesmas Raya, Kampung Tengah, Kecamatan Singkep Barat tampak santai.
Mereka terlihat antusias menyerukan yel-yel dan mengikuti senam peregangan.
Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (30/1) ini bukan tanpa alasan.
Mereka mengikuti lomba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun atau HUT Puskesmas Raya yang ke-18.
Perayaan HUT Puskesmas Raya jatuh pada 5 Februari 2021 mendatang.
Kepala UPT Puskesmas Raya, dr. Rafika Sahuri Hutapea mengatakan, bahwa kegiatan tersebut akan diadakan kembali untuk pekan depan.
"Hari puncaknya, Sabtu depan (6/2). Rangkaiannya lomba yel-yel dan senam peregangan.
Insya Allah ada gotong royong di lingkungan masyarakat," kata Rafika kepada TribunBatam.id, Sabtu (30/1) malam.
Sementara itu, salah seorang tenaga kesehatan Puskesmas Raya yang bertugas di Desa Kuala Raya, Uci mengatakan, kegiatan tersebut diikuti masing-masing beberapa kelompok.
Kelompok Petugas Desa termasuk Uci tersebut memakai atribut rumbai di tangan, kacamata, dan ikat kepala bendera merah putih demi menambah keseruan dalam kegiatan itu.
Selain itu, dalam senam peregangan kelompoknya diiringi musik ala kekinian yang telah mereka atur sebelumnya, sontak hal tersebut membuat heboh seluruh yang hadir.
Uci mengungkapkan, untuk melatih kekompakan perlombaan tersebut kelompoknya hanya berlatih dalam kurun waktu dua hari.
"Jadi ada 6 kelompok yang ikut lomba yel-yel, petugas Desa, UKM, Admin, VK, UKP, dan kelompok cowok Puskesmas Raya.
Selain itu, ada 4 yang ikut lomba senam peregangan, Petugas Desa, UKP, UKM, dan Kelompok Admin," sebut Uci dihari waktu yang sama.
Sebenarnya pengumuman lomba sudah jauh hari, tapi karena kami banyak sibuk, jadi hanya bisa latihan maksimal dua hari. Rata-rata kelompok lain gitu," tutur Uci.
Bidan Poskesdes Kuala Raya ini menyebutkan, Sabtu depan nanti akan diadakan lomba permainan rakyat.
Uci juga selaku salah satu Nakes yang akan divaksinasi pada Senin mendatang berharap, melalui kegiatan ini para Nakes akan lebih santai dari segala kesibukan yang ada.
"Untuk penilaian dan pengumuman juara Sabtu nanti, bersamaan dengan kegiatan lain.
Ya semoga aja lancar buat program vaksinasi nanti," kata dia.
Vaksinasi Corona di Lingga
Pemerintah Kabupaten Lingga telah menerima vaksin corona dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (26/1/2021) lalu.
Keberadaan vaksin corona ini akan menjadi amunisi baru untuk penanganan Covid-19 di Lingga.
Adapun vaksin corona pada gelombang pertama akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes) se-Lingga.
Di antaranya untuk nakes di Puskesmas Raya yang terletak di Kampung Tengah, Kelurahan Raya, Kabupaten Lingga.
Kepala UPT Puskesmas Raya, dr Rafika Sahuri Hutapea mengatakan, untuk Puskesmas yang dipimpinnya, ada 60 nakes yang akan divaksinasi corona mulai Senin (1/2/2021) mendatang.
"Untuk vaksin masih disimpan di IFK (Instalasi Farmasi Kesehatan-red) Dinas Kesehatan Lingga.
Jadi untuk Senin nanti, vaksin tersebut didistribusikan dari Dinkes Lingga ke Puskesmas Raya, langsung para nakes akan divaksinasi hari itu," kata Rafika kepada TribunBatam.id di ruang kerjanya, Sabtu (30/1/2021) siang.
Rafika mengatakan, pihaknya sudah menggelar sosialisasi internal terkait pemahaman vaksin Covid-19 tersebut kepada 60 nakes.
"Enam orang dari kami juga telah selesai pelatihan pada 21-23 Januari kemarin secara daring oleh Bapelkes. Kebetulan kami vaksinatornya.
Jadi sudah disosialisasikan kepada nakes Puskesmas Raya," ucap Rafika.
Ia menjelaskan, pada Senin nanti kegiatan vaksinasi akan dilakukan setelah selesai pelayanan kepada pasien. Biasanya pada pagi hari banyak pasien yang datang.
"Untuk saya dan 60 nakes tadi sudah siap untuk menerima vaksinasi corona," katanya.
Ia mengakui, sempat ada dua nakes yang ragu-ragu untuk disuntik vaksin coron akibat banyaknya berita hoaks yang beredar terkait bahaya vaksin.
Namun, setelah diberikan pemahaman semuanya optimistis dan sudah siap untuk divaksin.
Sementara itu, jalannya vaksinasi corona Senin depan akan digelar secara bertahap oleh sejumlah nakes di Induk Puskesmas Raya, maupun nakes yang terbagi di beberapa desa.
"Jadi nanti untuk kami sendiri maksimalnya 20 nakes akan divaksinasi, sesuai kondisi di lapangan juga. Kemudian akan terus berlanjut esok harinya," tuturnya.
Rafika menerangkan, nantinya juga akan ada sosialisasi untuk kalangan masyarakat terkait vaksinasi corona.
"Sosialisasi itu akan kami lakukan melalui lintas sektor. Jadi nanti masyarakat dikasih pemahaman, biar kita semuanya sepahaman nanti," kata Rafika.
Ia berharap, program pemerintah ini berjalan secara baik, dan tidak ada kendala.
"Semoga semua yang menjadi target sasaran bisa kami jaring. Nanti sebelum divaksinasi, akan dicek kesehatan juga untuk melihat apakah sudah bisa untuk divaksin.
Jika belum maka akan kita tunda dulu, dan kita lakukan terapi terlebih dahulu," tutupnya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jubir-satgas-covid-19-lingga-wirawan-trisna-putra-1.jpg)