AHY Digoyang di Partai Demokrat, 4 Orang Diduga Terlibat Makar Ambil Alih Parpol, Siapa Mereka?
Partai Demokrat dikabarkan akan dilakukan makar oleh oknum internal dan mantan kader bersama-sama dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko
akan diselesaikan oleh Partai Demokrat sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Masalah internal partai bukan concern publik.
Itu bisa diselesaikan secara internal belakangan.
Apa yang jadi concern publik adalah perilaku kekuasaan," papar Rachland.
Baca juga: Kisah Mulyadi Cagub Sumbar Jagoan Demokrat, Juara Survei Mendadak Tersangka hingga Akui Kalah
Baca juga: Tak Cocok Dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Mundur Dari Demokrat, Kedekatannya Dengan Jokowi Dibuka
Baca juga: Dituduh Melawan Negara, SBY Angkat Bicara Mengapa Partai Demokrat Menolak UU Cipta Kerja
Sebelumnya, Rachland menyampaikan salah satu orang yang melakukan pertemuan dengan Moeldoko yaitu HM Darmizal.
"Ada dua fakta tentang ini.
Satu, Pak Darmizal, yang menghadiri pertemuan dengan KSP Moeldoko,
sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat.
Ia sebenarnya tak bisa lagi mengatasnamakan partai.
Dua, Pak Darmizal adalah pendukung Pak Jokowi," tulis Rachland dalam akun Twitter-nya @RachlandNashidik.
Baca juga: Logo Demokrat Sempat Hilang di Baliho INSANI Kini Partai Besutan AHY Dukung Isdianto di Pilgub Kepri
Jabatan menko tak laku
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi kabar yang menyebut dirinya merestui Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat.
Mahfud mengatakan pengambilalihan kepemimpinan partai sebesar Demokrat,
adalah sesuatu yang sulit dipercaya di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol masyarakat seperti sekarang.
Ia menegaskan jabatannya sebagai Menkopolhukam tak bisa digunakan dan tidak laku untuk memberi restu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mahfud-md-dan-rachland-nashidik.jpg)