Breaking News:

BATAM TERKINI

MEDIA Sosial Jadi Ajang Pornografi Remaja, Erry : Ilmu Komputer Harus Dibarengi Pelajaran Moral

Anak-anak di sekolah sudah menerima pembelajaran TIK, namun dalam peningkatannya masih dari segi teknis dan nilai moral tertinggal.

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Tri Indaryani
tribunbatam.id/Alamudin Hamapu
Konfrensi pers pengungkapan kasus pornografi yang melibatkan satu remaja dan dua anak di bawah umur oleh Ditreskrimum Polda Kepri pada Senin (1/2/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri telah melakukan penangkapan seorang diduga predator anak beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan pengembangan dari kasus tersebut kini Ditreskrimum Polda Kepri berhasil menangkap tiga orang pelaku kasus pornografi di Batam.

Ketiga pelaku diamankan Minggu, (31/1/2021) dini hari sekitar pukul 01:30 WIB.

Informasi yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, bahwa ketiga pelaku tersebut masing-masing berinisial RA (14) , MZ (15) dan MP (18) dan semua masih pelajar.

Melihat ketiga pelaku merupakan pelajar, mendapat tanggapan dari Ketua KPPAD Provinsi Kepulauan Riau, Erry Syahrial mengatakan, terkait penangkapan kasus pornografi oleh Polda Kepri, bahwa salah satu orangtua pihak tersangka mengajukan laporan ke KPPAD Provinsi Kepri.

"Salah satu orangtua dari tersangka datang melaporkan ke saya (KPPAD), yang berumur 14 tahun, dia minta perlindungan kita juga, dan kami lagi koordinasikan sama pihak Polda," kata Erry Syahrial, kepada TRIBUNBATAM.id, melalui seluler, sekira pukul 13.41 WIB, Senin (01/02/2021)

Menurutnya, karena kasus dilakukan oleh anak bawah umur, dan berhadapan dengan hukum, hal itu sudah ada aturan yang mengaturnya yaitu Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Kemudian ia menjelaskan, di dalam UU SPPA Nomor 11 Tahun 2012, bahwa anak di bawah 18 tahun tidak boleh ditahan.

Baca juga: REMAJA yang Jadi Admin Esek-esek di Batam Bakal Dijerat UU ITE dan Pornografi

"Kemudian kita minta ke pihak kepolisian atau penyidik, supaya anak yang di bawah umur, dilakukan upaya Diversi," ujarnya.

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, anak pengembalian penyelesaian kepada orang tua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved