Breaking News:

Rencana Kenaikan Tarif Parkir Batam, Anggota Dewan: Tarif Parkir Naik, Raja Kecil Untung

Anggota Komisi III DPRD Batam Tumbur Hutasoit mempertanyakan kejelasan tarif parkir tepi jalan yang dipungut petugas parkir, khususnya di pasar kaget

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/ian sitanggang
Rencana Kenaikan Tarif Parkir Batam, Anggota Dewan: Tarif Parkir Naik, Raja Kecil Untung. Foto Anggota Komisi III DPRD Batam, Tumbur Hutasoit 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota Komisi III DPRD Batam Tumbur Hutasoit angkat bicara soal rencana kenaikan tarif parkir di tepi jalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Batam.

Tumbur menilai rencana menaikkan tarif parkir ini sangat tidak masuk akal. Pemerintah tidak mengerti dan tidak peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Kita sebagai wakil rakyat, kaget mendengar rencana kenaikan tarif parkir dengan alasan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD)," kata Tumbur, Selasa (2/2/2021).

Ia melanjutkan, hingga saat ini tarif parkir tepi jalan yang ditarik oleh pemerintah tidak tahu kejelasannya kemana.

"Kita perlu juga menanyakan, berapa sebenarnya pendapatan parkir tepi jalan yang ditarik selama ini dari beberapa titik yang ada di Batam," kata Tumbur.

Baca juga: 2 Usulan Tarif Parkir dari DPRD Batam, Harga Disesuaikan Jenis Kendaraan

Tumbur mengatakan, jika dilihat fakta di lapangan untuk daerah Batuaji, ada ratusan titik parkir tepi jalan.

"Bahkan parkir pasar kaget itu sangat banyak. Kalau kita lihat satu parkir pasar kaget paling sedikit tiga tukang parkir. Ini uangnya kemana, apakah masuk ke kas daerah?," kata Tumbur.

Ia mengatakan, jika tarif parkir tepi jalan dinaikkan, yang diuntungkan adalah raja kecil (oknum pengelola mengatasnamakan organisasi,red).

"Jadi jika ini yang terjadi, masyarakat yang sengsara. Apakah pemerintah pernah memikirkannya?," kata Tumbur.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah membuat sistem yang jelas dan terukur, serta mengefektifkan parkir yang sudah ada.

"Sekarang kalau kita tanya, berapa uang yang masuk ke kas daerah dari parkir tepi jalan khususnya pasar kaget yang ada di Batuaji?,"kata Tumbur.

Pertanyaan tersebut dilontarkan Tumbur, karena petugas parkir di pasar kaget mengenakan seragam dari Dishub.

"Kita juga perlu tanyakan karena pasar kaget buka pagi dan sore, dan jumlahnya ada puluhan titik di Batuaji dan Sagulung," kata Tumbur.

Menurutnya, seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana caranya agar seluruh uang parkir tepi jalan masuk ke kas daerah. Bukan malah menaikkan tarif parkir.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved