BATAM TERKINI
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Batam Capai 63 Persen
Progres vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Kota Batam mencapai 63 persen. Berikut ini rincian proses pemberian vaksin tersebut.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Progres vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Kota Batam mencapai 63 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Didi memaparkan jumlah sasaran nakes yang divaksinasi Covid-19 Dosis 1 ini, sebanyak 6687 orang, yang divaksin 4233 orang, tidak diberikan 720 orang, ditunda sebanyak 532 orang dan belum divaksin mencapai 1202 orang.
"Penyuntikkan dosis ke 2 juga sudah kita jalankan. Di mana dosis ke 2 ini diberikan kepada yang sudah menjalani penyuntikkan pertama," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini.
Diakuinya penyuntikkan dosisi kedua ini sudah dimulai sejak 30 Januari 2021 lalu. Dan masih berlangsung hingga saat ini.
Adapun jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 ini sebanyak 4233 orang, divaksin 283 orang, tidak diberikan 6 orang, ditunda 12 orang dan belum divaksin 3932 orang.
Ia menyebutkan hingga pemberian vaksin dosis kedua, tidak ditemukan efek samping vaksin yang berarti. Ia mengaku, Batam kini memiliki alat pengukur antibodi sebagai langkah mengecek efektivitas vaksinasi Covid-19.
Baca juga: 126 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di RSKI Galang Batam
"Batam sudah tersedia alat yang mengukur kadar anti bodi. Mengukurnya satu bulan setelah hari ini yang difasilitasi Prodia," ujarnya.
Didi menjelaskan, pengukuran kadar antibodi jika mencapai 250, artinya sudah mendapat perlindungan 70 persen. Jika terinfeksi Covid-19, orang yang sudah divaksin, maka gejalanya sangat ringan.
"Vaksin dosis kedua ini menambah kadar antibodi. Vaksinasi dosis pertama hanya tahan 3-6 bulan, setelah dosis kedua bisa sampai 1 tahun," ujarnya.
Seperti diketahui, pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh berdasarkan data harian Update Covid-19 per 31 Januari 2021 mengalami lonjakan sebanyak 147 orang.
Jumlah ini menambah angka pasien sembuh terpapar Covid-19 mencapai 4.979 orang atau tingkat kesembuhan 88,5 persen dari total kasus 5.625 orang.
"Alhamdulillah, banyak yang sembuh. Tapi masih ada juga yang terpapar," kata Didi.
Sedangkan, pasien terinfeksi Covid-19 dihari yang sama hanya bekisar 25 orang. Jelas Didi, dari kasus pasien yang sembuh juga berdampak pada kondisi terkini tiap kecamatan di Kota Batam.
Dari 9 kecamatan mainland yang sebelumnya berada zona merah. Satu kecamatan sudah berubah warna menjadi merah muda yakni Kecamatan Batuampar. Sementara, tiga kecamatan hiterland berada masih di bewarna hijau alias zona aman.
"Kalau banyak yang sembuh, otomatis kondisi tiap kecamatan juga berubah. Saat ini, masih ada pasien dirawat di sejumlah rumah sakit dan ada juga isolasi mandiri," beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam itu.
Berdasarkan data diakhir Januari, total kasus Covid-19 tembus diangka 5.625 orang. Meliputi sembuh 4.969 orang, meninggal 145 orang, dan pasien yang masih dirawat bekisar 501 orang. Jumlah ini disumbang dari beragam klaster. Salah satunya kasus karyawan swasta sudah diangka 3.190 orang.
"Masih klaster karyawan swasta penyumbang terbanyak, sisanya dari IRT, wiraswasta, pelajar atau klaster lainnya," sebut Didi.
Meskipun diakui Didi kasus Corona Virus Disease 2019 di Kota Batam mengalami penurunan dalam beberapa hari.
Namun, diingatkan masyarakat untuk tidak lalai dengan protokol kesehatan walaupun saat ini vaksinasi masih berjalan.
"Meski turun, prokes jangan diabaikan. Jadi ingat virus ini belum berakhir," kata Didi.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menambahkan, masyarakat juga andil memutuskan penyebaran Covid-19. Rudi meyakini kesadaran kolektif dapat mempermudah penanganan pandemi ini.
"Terkait Covid ini, saya titip mari kita sama-sama memutuskan penyebaran Covid-19," katanya.
Sembari vaksinasi yang telah dimulai beberapa waktu lalu, Rudi kembali mengingatkan agar protokol kesehatan (prokes) dapat tetap dilakukan. Salah satu dari prokes yakni menjaga imunitas dengan rajin berolahraga. Menurutnya, tidak hanya sehat bahkan jadi saran untuk bersilaturahmi antar warga.
"Kalau sering olahraga imun kita naik. Ini adalah salah satu upaya kita terhindar dari penyakit ini," kata rudi. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19062020kadinkes-didi-kusmajardi.jpg)