Suara Dentuman di Malang Mirip Letusan Meriam, Pernah Terjadi di Jakarta hingga Batam
Suara dentuman di Malang terjadi Rabu (3/2/2021) dini hari. Beberapa saat lalu, kejadian mirip suara dentuman di Malang sempat terjadi di Batam
Bahkan warga saat itu mengira sumber dentuman dan getaran berasal dari gempa. Atas peristiwa itu menjadi perbincangan hangat di grup-grup Whatsapp.
Saat itu pihak BMKG melalui Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Suratman mengaku berdasarkan hasil analisa peralatan BMKG di Tanjungpinang bahwa tidak tercatat adanya getaran atau seismik.
Kemudian dentuman dan getaran misterius kedua terjadi pada awal tahun 2018, tepatnya pada 29 Januari 2018 lalu, dentuman yang disertai getaran terjadi pada siang hari sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat dikonfirmasi Tribun Batam pasca-kejadian, Kepala Seksi Data Informasi BMKG, Sutarman mengatakan, memang banyak yang menanyakan hal ini kepada pihaknya.
Namun, sampai saat itu alat BMKG belum bisa menditeksi dari mana asal suara dentuman dan getaran tersebut.
Sutarman menambahkan, pihak BMKG tidak bisa berandai-andai dengan dan memprediksi apa sebenar nya yang terjadi.
"Kami juga sudah tanya pihak Polda. Mereka juga mengatakan belum tahu," tegasnya.
Dentuman kembali pada Selasa (10/7/2018). Dentuman dan getaran misterius yang terjadi untuk ketiga kalinya ini terjadi sekitar pukul 14.46 WIB.
Menurut pengakuan warga dentuman dan getaran kali ini lebih besar dari dentuman yang terjadi sebelumnya.
Bahkan dentuman dan getaran terasa hingga pulau yang berdekatan langsung dengan Batam, yakni Bintan dan Belakang Padang.
Namun pihak terkait juga tidak bisa menyebutkan sumber atau asal dentuman yang disertai getaran tersebut.
BMKG ketika dikonfirmasi, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sensor seismograf yang berada di Tanjung Pandan mencatat getaran tersebut.
Tetapi sinyal seismiknya terdapat banyak noise sehingga agak sulit memastikan sumber getaran. BMKG juga tidak bisa memastikan sumber getaran apakah bersumber dari gempa, ledakan, atau sumber lain.
"Kita juga tidak dapat menentukan lokasi titik sumbernya karena hanya 1 sensor seismik yang mencatat," kata Daryono Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.
Terakhir dentuman terjadi pada Sabtu (18/8/2018) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Dentuman yang dirasakan warga Sekupang, Marina hingga Batuampar ini membuat warga heboh. Terlebih menurut penuturan warga, dentuman kali ini terjadi hingga 2-5 kali dentuman.
"Saya juga mendengar ada dua kali dentuman tadi. Dua-duanya besar dan kaca sedikit bergetar," sebut Danu warga Sekupang, Sabtu (18/8/2018) siang.
Atas terjadinya dentuman pada Sabtu (18/8/2018) pagi, sejauh ini pihak terkait belum bisa menerangkan apa penyebab dentuman miterius tersebut terjadi di Batam.
Penyebab dentuman misterius di Jakarta hingga kini belum ditemukan.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Daryono menegaskan, dentuman yang terdengar di Jakarta pada Minggu (20/9/2020) malam tidak disebabkan oleh aktivitas gempa tektonik.
Sebenarnya dentuman misterius di Jakarta pernah terjadi di beberapa kota termasuk di Batam.
Lagi-lagi belum ada penjelasan mengenai asal muasal dentuman terjadi.
"Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB," terang Daryono dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com.
Kendati demikian, BMKG mencatat ada beberaa aktivitas petir dalam rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga.
Berdasar hasil monitoring petir BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan beberapa aktivitas petir di sekitar Gunung Salak, Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
"Aktivitas petir tadi malam hanya ada di sekitar Gunung Salak, tidak ada di kawasan lain," kata Taufan Maulana, Kabag Humas BMKG kepada Kompas.com, Senin (21/9/2020).
Ada empat kejadian terpisah, dengan dua di antaranya juga terjadi di Jakarta.
Berikut paparannya:
1. Dentuman misterius di Jakarta, 11 April 2020
Sebelum kemarin malam, ternyata suara dentuman misterius juga sudah pernah terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada tahun ini.
Warga Jakarta, Depok, dan Bogor mendengar bunyi dentuman yang terdengar berulang kali sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB, Sabtu (11/4/2020).
Suara dentuman misterius pada saat itu juga menimbulkan banyak sekali dugaan sumber atau asal dentuman, di antaranya adalah gempa bumi tektonik, peristiwa longsor, skyquake, aktivitas petir dan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Namun, Daryono pada saat itu juga menjelaskan dugaan-dugaan di atas tidak memiliki basis data yang sesuai dengan laporan kejadian yang dirasakan oleh warga.
2. Dentuman misterius di Jawa Tengah, 11 Mei 2020
Suara dentuman misterius yang cukup kuat di tahun 2020 juga pernah terjadi di Jawa Tengah, Senin (11/5/2020).
Peristiwa dentuman miserius itu terjadi dini hari tepatnya antara pukul 00.45 WIB hingga 01.15 WIB.
Awalnya warga setempat menduga dentuman itu berasal dari gerakan di perut bumi melalui aktivitas gempa bumi.
Namun, berdasarkan hasil monitoring dan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah, ternyata tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi.
3. Dentuman misterius di Bandung, 21 Mei 2020
Suara dentuman misterius pernah dilaporkan terdengar oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya pada pukul 08.30 hingga 09.30 WIB, Kamis (21/5/2020).
Suara dentuman itu dianggap misterius karena berbagai instansi terkait juga tidak mengetahui secara pasti dari mana sumbernya berasal.
BMKG secara tegas menyampaikan, tidak ada aktivitas gempa bumi yang signifikan dan cuaca dalam kondisi cerah di Bandung dan sekitarnya sejak pagi hari hingga pukul 10.00 WIB pada hari itu.
"Berdasarkan data Pengamatan Magnet Bumi Fluxgate Magnetometer di Pos Obs BMKG Palabuhanratu, (21/5/2020), tidak terdapat anomali yang signifikan saat suara dentuman tadi pagi. Masih misteri," tulis Daryono di akun Twitter-nya, seperti dikutip dari Kompas.com (21/5/2020).
4. Dentuman misterius di Sumsel
Sejak Sabtu (24/12/2018) kemarin, warga Sumatera Selatan Selatan dihebohkan dengan suara dentuman keras yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten/kota.
Kabar itu mulai heboh setelah video tersebut menyebar di berbagai media sosial hingga akhirnya menjadi perbincangan hangat para warganet.
Bahkan berbagai spekulasi pun mulai muncul menanggapi misteri suara tersebut, mulai dari dihubungkannya dengan aktivitas anak Gunung Krakatau hingga adanya latihan tempur dari jajaran TNI di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Kenten Palembang menyatakan, dari pantuan Citra Radar dan Satelit Cuaca pada Sabtu (24/12/2018) kemarin, tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara di Kabupaten OKU.
"Terkait suara yang terdengar di langit di sebagian wilayah Sumsel pada malam hari 24 Desember 2018. Analisis sementara, tercatat dari pantauan citra Radar dan Satelit Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II Palembang tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara tersebut. Demikian informasi dari kami," kata Nandang, kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG Kenten Palembang, saat dikonfirmasi, Selasa (25/12/2018).
Terkait isu soal keterkaitan suara tersebut dengan aktivitas Gunung Krakatau, Nandang tak bisa memberikan keterangan secara terperinci, lantaran membutuhkan pembuktian ilmiah.
"Bila terkait pergerakan vulkanologi dan cincin api Asia, yang lebih berkompeten menyampaikan adalah Badan Geologi atau PVMBG, dan bila ada kaitannya dengan anak Krakatau tersebut perlu narasi dari pembuktian ilmiah," ujarnya.
5. Dentuman misterius di Batam, 26 Desember 2017
Dentuman misterius pernah terjadi beberapa kali pada tahun 2017 di bagian timur Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dan membuat warga sekitar khawatir.
Kejadian dentuman misterius itu mulai dirasakan sekitar pukul 08.30 WIB dan kemudian kembali muncul sekitar pukul 12.20 WIB, Selasa (26/12/2017).
Kendati tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian aneh itu, asal dentuman misterius tersebut masih membuat masyarakat khawatir karena diduga mirip dengan gempa bumi yang bisa menggoyangkan rumah.
Namun, ternyata berdasarkan hasil analisis peralatan sensor BMKG di Tanjungpinang, Kepri, tidak tercatat adanya getaran atau seismik.
Dengan kata lain, suara dentuman misterius yang terjadi itu bukan bersumber dari gempa tektonik di Batam dan sekitarnya.(*)
baca berita terbaru lainnya di google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-suara-dentuman.jpg)