Jumat, 22 Mei 2026

Koma Selama 10 Bulan, Remaja Inggris Ini Kaget Dunia Dilanda Wabah Covid-19

Seorang remaja laki-laki 19 tahun di Inggris terkejut saat mengetahui dunia dilanda wabah Covid-19, karena dia koma selama 10 bulan. 

Tayang:
Kompas.com
Joseph Flavill, remaja 19 tahun asal Burton Upon Trent, Inggris. Dia koma selama 10 bulan tanpa tahu bahwa dunia dilanda wabah Covid-19. (The Guardian via World of Buzz) 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Seorang remaja laki-laki 19 tahun di Inggris terkejut saat mengetahui dunia dilanda wabah Covid-19, karena dia koma selama 10 bulan. 

Joseph Flavill dari kota Burton Upon Trent mengalami kecelakaan pada 1 Maret 2020, tiga pekan sebelum lockdown diberlakukan. 

Ia didiagnosa menderita cedera otak traumatis, dan tidak tahu jika selama koma, dia sudah terinfeksi dua kali. 

Dilansir The Guardian, bibi Joseph, Sally Flavill Smith menerangkan keponakannya tidak tahu tentang Covid-19 karena tidur selama 10 bulan. 

"Kesadarannya sedikit demi sedikit meningkat. Tapi kami tidak tahu seberapa banyak yang dia pahami," papar Sally. 

Si bibi mengaku tidak tahu harus memulai menjelaskan dari mana, atau menerka seperti apa reaksi yang diberikan keponakannya. 

Dia mengungkapkan, keluarga mencoba memberi tahu remaja itu bahwa mereka tidak bisa mengunjungi rumah sakit karena adanya larangan. 

Namun dilansir World of Buzz Kamis (4/2/2021), mereka belum membeberkan seberapa barah pandemi virus corona ini. 

Sally menuturkan, keponakannya itu jelas bakal sangat kebingungan setelah terbangun dari komanya, maupun fakta keluarganya tak ada di sisinya. 

Dia mengaku pihak keluarga berusaha untuk tidak mengambil risiko membesuknya di rumah sakit di tengah pandemi.

"Ketika akhirnya kami bisa berkontak secara langsung, barulah kami bakal memberi tahu apa yang sedang terjadi," jelas Sally.

Varian Baru Covid-19 Masuk Korea Selatan, Aturan Social Distancing Dirombak

Saat Joseph memulihkan diri dari trauma yang diderita, dia dilaporkan dua kali terinfeksi corona. Namun berhasil sembuh.

Ibunya, Sharon, diizinkan mengunjungi putranya saat ulang tahun ke-19 Desember lalu. Tapi, dia harus memakai baju hazmat dan menjaga jarak. 

Joseph kini menunjukkan progres yang bagus, di mana dia bisa menggerakkan anggota tubuh, dan berkomunikasi melalui kedipan dan senyuman. 

Dia juga disebut sudah bisa mengikuti perintah seperti memegang telinga kiri dan kanan, serta menjawab pertanyaan lewat wajah. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved