Penyintas & Penerima Vaksin Corona Diminta Ukur Kadar Antibodinya, Ini Kata Kadinkes Batam
Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi bilang pemeriksaan kadar antibodi itu bertujuan menilai respon imun hormonal adaptif terhadap protein Spike SARS-Cov-2
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Vaksinasi corona dosis kedua telah diberikan kepada beberapa pejabat pemerintahan, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) beberapa waktu lalu.
Kini, sebagian tenaga kesehatan pun telah menjalani vaksinasi dosis kedua tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi menjelaskan, setelah satu bulan diberikan vaksinasi dosis kedua, peserta vaksin dapat mengukur kadar antibodinya melalui pemeriksaan Anti SARS-Cov-2 Kuantitatif.
Pemeriksaan ini bertujuan menilai respon imun hormonal adaptif terhadap protein Spike SARS-Cov-2. Didi menambahkan, apabila kadar antibodi seseorang telah mencapai di atas 250 dari pemeriksaan tersebut, berarti telah memperoleh perlindungan dari Covid-19 minimal 70 persen.
"Memang tidak menjamin 100 persen tidak akan terinfeksi, tetapi antibodi kita menjadi lebih kuat karena vaksin, dan kalau pun terinfeksi, gejalanya sangat ringan," ujar Didi, Jumat (5/2/2021).
• Vaksinasi Corona di Tanjungpinang Hingga 2024, Sudah 2.772 Nakes Dapat Vaksin Corona
• Vaksinasi Corona di Lingga Baru 49,3 Persen, Targetkan 960 dari 1.920 Vial Vaksin
Kini, pemeriksaan antibodi SARS-Cov-2 telah tersedia di Batam, melalui klinik Prodia. Dalam sekali pemeriksaan, biayanya mencapai Rp 250 ribu, dan hasilnya langsung dapat keluar dalam satu hari.
Beberapa pejabat daerah dan jajaran FKPD yang telah menjalani vaksinasi dosis kedua pun telah melalui pemeriksaan Antibodi SARS-Cov-2, di hari yang sama, Jumat (29/1/2021) lalu.
Pemeriksaan ini dilakukan sekaligus untuk menilai efektivitas vaksinasi yang rencananya akan dilakukan dalam skala yang lebih besar untuk masyarakat. Upaya ini juga dalam rangka monitoring titer antibodi pasca vaksinasi.
Tidak hanya dianjurkan bagi pasien pasca vaksinasi Covid-19, pemeriksaan antibodi juga disarankan bagi para penyintas Covid-19 dan para pendonor plasma konvalesen.
"Untuk yang sudah divaksin, pemeriksaan Anti SARS-Cov-2 bisa dilakukan satu bulan setelah menerima vaksin dosis kedua. Sedangkan untuk penyintas, dilakukan secara berkala 3-6 bulan. Pemeriksaan antibodi juga kita lakukan sebelum penyintas mendonor plasma konvalesen," jelas Didi.
Di samping klinik Prodia Batam, pemeriksaan Anti SARS Cov-2 Kuantitatif ini juga telah dilaksanakan di kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, Solo, Denpasar, Ternate, Pontianak, Yogya, Manado, Mataram, Kupang, Palu, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Aceh dan Lampung.
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Batam Capai 63 Persen
Diberitakan, progres vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Kota Batam mencapai 63 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Didi memaparkan jumlah sasaran nakes yang divaksinasi Covid-19 Dosis 1 ini, sebanyak 6687 orang, yang divaksin 4233 orang, tidak diberikan 720 orang, ditunda sebanyak 532 orang dan belum divaksin mencapai 1202 orang.
"Penyuntikkan dosis ke 2 juga sudah kita jalankan. Di mana dosis ke 2 ini diberikan kepada yang sudah menjalani penyuntikkan pertama," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini.
Diakuinya penyuntikkan dosisi kedua ini sudah dimulai sejak 30 Januari 2021 lalu. Dan masih berlangsung hingga saat ini.
Adapun jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 ini sebanyak 4233 orang, divaksin 283 orang, tidak diberikan 6 orang, ditunda 12 orang dan belum divaksin 3932 orang.
Ia menyebutkan hingga pemberian vaksin dosis kedua, tidak ditemukan efek samping vaksin yang berarti. Ia mengaku, Batam kini memiliki alat pengukur antibodi sebagai langkah mengecek efektivitas vaksinasi Covid-19.
Baca juga: 126 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di RSKI Galang Batam
"Batam sudah tersedia alat yang mengukur kadar anti bodi. Mengukurnya satu bulan setelah hari ini yang difasilitasi Prodia," ujarnya.
Didi menjelaskan, pengukuran kadar antibodi jika mencapai 250, artinya sudah mendapat perlindungan 70 persen. Jika terinfeksi Covid-19, orang yang sudah divaksin, maka gejalanya sangat ringan.
"Vaksin dosis kedua ini menambah kadar antibodi. Vaksinasi dosis pertama hanya tahan 3-6 bulan, setelah dosis kedua bisa sampai 1 tahun," ujarnya.
Seperti diketahui, pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh berdasarkan data harian Update Covid-19 per 31 Januari 2021 mengalami lonjakan sebanyak 147 orang.
Jumlah ini menambah angka pasien sembuh terpapar Covid-19 mencapai 4.979 orang atau tingkat kesembuhan 88,5 persen dari total kasus 5.625 orang.
"Alhamdulillah, banyak yang sembuh. Tapi masih ada juga yang terpapar," kata Didi.
Sedangkan, pasien terinfeksi Covid-19 dihari yang sama hanya bekisar 25 orang. Jelas Didi, dari kasus pasien yang sembuh juga berdampak pada kondisi terkini tiap kecamatan di Kota Batam.
Dari 9 kecamatan mainland yang sebelumnya berada zona merah. Satu kecamatan sudah berubah warna menjadi merah muda yakni Kecamatan Batuampar. Sementara, tiga kecamatan hiterland berada masih di bewarna hijau alias zona aman.
"Kalau banyak yang sembuh, otomatis kondisi tiap kecamatan juga berubah. Saat ini, masih ada pasien dirawat di sejumlah rumah sakit dan ada juga isolasi mandiri," beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam itu.
Berdasarkan data diakhir Januari, total kasus Covid-19 tembus diangka 5.625 orang. Meliputi sembuh 4.969 orang, meninggal 145 orang, dan pasien yang masih dirawat bekisar 501 orang. Jumlah ini disumbang dari beragam klaster. Salah satunya kasus karyawan swasta sudah diangka 3.190 orang.
"Masih klaster karyawan swasta penyumbang terbanyak, sisanya dari IRT, wiraswasta, pelajar atau klaster lainnya," sebut Didi.
Meskipun diakui Didi kasus Corona Virus Disease 2019 di Kota Batam mengalami penurunan dalam beberapa hari.
Namun, diingatkan masyarakat untuk tidak lalai dengan protokol kesehatan walaupun saat ini vaksinasi masih berjalan.
"Meski turun, prokes jangan diabaikan. Jadi ingat virus ini belum berakhir," kata Didi.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menambahkan, masyarakat juga andil memutuskan penyebaran Covid-19. Rudi meyakini kesadaran kolektif dapat mempermudah penanganan pandemi ini.
"Terkait Covid ini, saya titip mari kita sama-sama memutuskan penyebaran Covid-19," katanya.
Sembari vaksinasi yang telah dimulai beberapa waktu lalu, Rudi kembali mengingatkan agar protokol kesehatan (prokes) dapat tetap dilakukan. Salah satu dari prokes yakni menjaga imunitas dengan rajin berolahraga. Menurutnya, tidak hanya sehat bahkan jadi saran untuk bersilaturahmi antar warga.
"Kalau sering olahraga imun kita naik. Ini adalah salah satu upaya kita terhindar dari penyakit ini," kata rudi. (TRIBUNBATAM.id / Hening Sekar Utami/ Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadinkes-batam-didi-kusmarjadi-soal-rapid-test-bantuan-pemprov-kepri.jpg)