KEPRI TERKINI
Tiga SMKN di Batam Gelar Simulasi Belajar Tatap Muka, Disdik Kepri Minta Kawal Prokes
3 SMKN di Batam gelar simulasi belajar tatap muka. Disdik Kepri menyebut, simulasi bertujuan untuk menjamin keselamatan pelajar & guru selama pandemi.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Kepala Disdik Kepri, Muhammad Dali merinci, setidaknya ada 117 sekolah baik SMA/SMK sederajat yang mengajukan permohonan izin belajar tatap muka ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Rinciannya, 55 SMA, SMK ada 60 serta dua Sekolah Luar Biasa atau SLB.
Secara presentase, tambah Dali, SMA 36,42 persen, SMK 53,57 persen dan SLB 10,53 persen.
"Untuk tahap penjadwalan nanti akan kita atur, bisa saja di tanggal 18 ataupun 25 Januari mendatang, dan pengajuan dari sekolah-sekolah lain menyusul, setelah masuk lansung diverifikasi namun butuh waktu 1-2 hari persetujuannya," ungkapnya di Kantor Disdik Kepri, Senin, (11/1/2021).
Dali mengungkapkan, pihaknya masih membutuhkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 pada sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kepri.
Ini menurutnya penting agar dalam penerapan belajar tatap muka nanti, ada tenaga kesehatan yang memantau serta mengawasi jalannya protokol kesehatan di lingkungan sekolah.
Selain menyiapkan kebutuhan terkait protokol kesehatan di setiap sekolah, nantinya juga ada petugas kesehatan ikut memantau.

Saat ini permintaan dukungan tersebut sedang dilakukan di Batam.
Bila hal itu sudah dilakukan, tentu akan membuat kegelisahan atau keraguan para orang tua murid berkurang saat sekolah tatap muka digelar.
Ditanyakan bagaimana respon dan persetujuan orang tua terhadap pembelajaran tatap muka, Dali menjawab, sangat bervariasi dan berbeda-beda di setiap sekolahnya.
"Tapi mayoritas orang tua setuju, didominasi 50 persen dari data yang masuk tentunya," ucapnya.
Oleh karena itu pihaknya terus mengimbau dan mengingatkan agar setiap sekolah nantinya melengkapi fasilitas dan menerapkan protokol kesehatan apabila belajar tatap muka kembali digelar.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri menyambut baik adanya gelaran sekolah tatap muka.
"Asalkan terus ikuti protokol kesehatan, saya rasa akan baik-baik saja. Kasihan juga para murid dan guru bila sekolah masih sistem daring terus," ucapnya mendukung.
Bahkan Bisri mengatakan, tidak ada kepastian jika sampai menunggu tidak ada lagi kasus baru Covid-19 di setiap Kabupaten/Kota.
"Sekarang saja dalam update perkembangan Covid-19, masih tetap ada kasus baru muncul. Jadi kalau mau tunggu sampai tak ada lagi, tak ada jaminan. Saat ini Pemerintah fokus juga terhadap vaksinasi," tegasnya.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google