Breaking News:

Sempat Viral Ditertibkan Pemko Tanjungpinang, Pemeran Badut di Lampu Merah Bak Disiram Air

pemeran badut yang beratraksi dibeberapa titik lampu merah atau traffic light Kota Tanjungpinang, kini langsung sepi bak disiram air. 

TribunBatam.id/Istimewa/Diskominfo Kota Tanjungpinang
Penertiban Badut di Tanjungpinang Viral di Medsos, Satpol PP: Dasarnya Perda Tibum. Foto penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sempat viral penertiban pemeran badut yang beratraksi dibeberapa titik lampu merah atau traffic light Kota Tanjungpinang, kini langsung sepi bak disiram air. 

Pantauan Tribunbatam.id Minggu (7/2) sekira pukul 09.20 WIB di beberapa titik traffic light seperti Pamedan, Batu 6 dan Kota Piring tidak terlihat lagi badut-badut dengan atraksi hiburannya. 

Begitu juga pengamen jalanan serta tuna karya yang biasanya menghampiri pengguna jalan di traffic light juga sepi.

Penertiban Badut di Tanjungpinang Viral di Medsos, Satpol PP: Dasarnya Perda Tibum

Seperti diktehaui, penertiban pemeran badut, dilakukan oleh Satpol PP Kota Tanjungpinang beberapa waktu yang lalu. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.

Penertiban itu beredar di beberapa media sosial masyarakat Tanjungpinang. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengatakan, penertiban badut itu berdasarkan Perda yang mengatur tentang ketertiban umum. 

"Kami tidak melarang mereka berusaha, asalkan di tempat yang benar," ujarnya.

Yani juga menyebutkan, terkait penertiban badut ini, tidak hanya di Tanjungpinang tetapi juga dibanyak tempat di Indonesia dilakukan, seperti Probolinggo, Bandung, Tulungagung, Banjarmasin, Bantul, Batam, Tasik, Bengkulu dan daerah-daerah lainnya. 

Badut si Penggali Kubur TPU Sei Temiang, Tak Pernah Dapat Pengalaman Aneh saat Kerja

"Untuk di ketahui, dari 9 orang badut yang ditertibkan, hanya 1 orang saja yang memang asal Tanjungpinang, sisanya dari luar. secara nurani kita juga prihatin, akan tetapi kami menjalankan tugas untuk melaksanakan aduan masyarakat yang meminta untuk ditertibkan karena ada sebagian yang berpikir posisi mereka membahayakan untuk mereka sendri," ungkap Yani. 

Ia juga menyatakan siapapun tidak pernah bisa menjamin, diterik panas dengan kostum yang panas, bisa saja badut tersebut pingsan atau kondisinya tidak stabil pada saat sedang menghibur dan itu malah membahayakan baik untuk mereka dan pengguna jalan. 

Kabar Terbaru Viral Anak Kecil Jadi Badut, KPPAD Batam Turun Tangan

"Kita tidak bisa menjamin, perkembangan profesi yang sama di traffic light tidak meningkat, karena justru dari data tersebut mereka berdatangan dari luar daerah karena merasa disini punya potensi atau kesempatan," jelasnya.

Yani pun berharap pro dan kontra yang terjadi dimasyarakat saat ini tetap dapat menyatukan semangat dalam membangun Kota Tanjungpinang menjadi lebih baik. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Editor: Filemon Halawa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved