Sabtu, 9 Mei 2026

BATAM TERKINI

Disdik Batam Verifikasi Kesiapan SMP Belajar Tatap Muka

Disdik Batam mulai melakukan verifikasi sekolah tingkat SMP setelah diberi lampu hijau belajar tatap muka oleh Wali Kota Batam.

Tayang:
tribunbatam.id/roma uly sianturi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mulai melakukan verifikasi sekolah setelah diberi lampu hijau belajar tatap muka oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mulai melakukan verifikasi sekolah setelah diberi lampu hijau belajar tatap muka oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

"Iya kita akan verifikasi sekolah. Minggu ini tim mulai berjalan, kemarin kami sudah bentuk tim khusus untuk verifikasi kelayakan sekolah untuk belajar tatap muka untuk tingkat SMP sederajat," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, Senin (8/2/2021).

Diakuinya sejauh ini ada beberapa sekolah yang sudah siap untuk proses belajar mengajar tatap muka ini.

Di antaranya, SMP Negeri 3 Batam, SMP Negeri 59, SMP Negeri 6, dan paling banyak itu sekolah swasta.

Setelah diverifikasi oleh tim, sekolah sudah diperbolehkan belajar tatap muka.

Untuk waktunya tergantung pihak sekolah masing-masing, karena waktu pelaksanaan berbeda-berbeda.

"Tergantung sekolah dan wali murid saja. Yang penting semua persyaratan terpenuhi," kata Hendri.

Ia mengatakan, ada 6 item yang harus dipenuhi pihak sekolah untuk bisa belajar tatap muka.

Yakni, kesiapan tempat cuci tangan, pengecek suhu, ketersediaan masker, pengaturan jarak, waktu belajar, jumlah siswa per satu shift, hingga surat pernyataan dari orangtua.

"Sekarang surat pernyataan sudah banyak yang menyerahkan," katanya.

Ia menambahkan, persentasenya sekarang sudah mencapai 80-90 persen yang sudah memenuhi persyaratan untuk belajar tatap muka.

Untuk itu, tim akan turun kembali ke sekolah untuk memastikan hal ini, agar tidak ada kendala di kemudian hari. 

Tatap Muka Khusus SMP

Walikota Batam, HM Rudi mengatakan, proses belajar mengajar tatap muka sekolah di mainland akan segera dibuka kembali. 

"Sekolah tatap muka di mainland yang SMP dulu aja yang SD belum. Saya sudah perintahkan Kadis Pendidikan untuk panggil seluruh Kepala Sekolah," ujar Rudi, Jumat (5/2/2021).

Rudi menegaskan seluruh sekolah harus menerapkan protokol kesehatan (protkes). Lantas kenapa harus tingkat SMP saja?

Menurut Rudi, siswa SMP sudah berusia 12 tahun ke atas. Sehingga bisa diarahkan untuk mematuhi protkes.

Sesuai aturan Menteri Pendidikan, satu lokal hanya diperbolehkan 20 siswa.

Dan dalam satu hari hanya diperbolehkan belajar selama 3 jam tanpa ada jam istirahat.

"Tak boleh ada keluar main-main. Setiap sekolah tak diperbolehkan ada kantin. Kita akan ikuti semua," ujar Rudi.

Ia memberikan kebebasan kepada sekolah dalam mengatur protkes ini.

Misalnya, apabila ada sekolah yang siswanya sampai 40, berarti akan ada sistem shift.

"Tergantung sekolahnya masing-masing. Terpenting harus ada protkes. Mau 2 shift, 3 shift. Terserah saja," ujar Rudi.

TIAP Kecamatan Bakal Miliki Pemakaman, Pemko Batam Minta Areal Hutan Lindung ke Pemprov

Sebelumnya diberitakan, instruksi Menteri Dalam Negeri terkait pembatasan kegiatan, dalam rangka pengendalian Covid-19 berakhir 25 Januari 2021 lalu.

Namun sejauh ini Dinas Pendidikan (Disdik) Batam belum menentukan jadwal pembukaan belajar tatap muka di mainland.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengakui sejak berakhirnya instruksi Menteri Dalam Negeri, pihaknya belum ada membahas kembali soal pembukaan sekolah ini.

Informasi terakhir jumlah pengajuan pembukaan sekolah sudah mencapai 100 lebih sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMP.

"Nanti saya coba rapatkan kembali. Karena kondisi saat ini dinilai sudah cukup membaik. Jumlah kasus Covid-19 juga terus mengalami penurunan. Semoga saja hal ini bisa menjadi alasan sekolah tatap muka bisa segera di mulai di mainland," ujar Hendri, Senin (1/2/2021) lalu.

Diakuinya saat ini proses belajar tatap muka di hinterland masih berlanjut. Guru dan anak-anak sangat antusias kembali ke sekolah. 

Bahkan, lanjutnya, Guru juga terus bersiap di depan gerbang sekolah. Sambil memegang Thermo gun atau alat pengecek suhu.

”Hasil pemantauan masih baik. Malah semakin membaik. Meskipun sudah berjalan hampir satu bulan, semua pihak tetap berpegang dan menerapkan protokol kesehatan di sekolah," katanya.

Dalam hal ini, ia juga berharap belajar tatap muka di hinterland ini bisa menjadi contoh bagi sekolah di mainland.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan merupakan kunci utama agar sekolah berjalan baik.

"Kita harapkan kondisi ini terus membaik dan semua siswa bisa kembali belajar di kelas, dan sesuai dengan protokol pastinya," katanya. (TRIBUNBATAM.id.id / Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved