Breaking News:

BATAM TERKINI

Rencana Subang Mas Jadi Sentra Pertanian Batam Terganjal Masalah Ini

Pulau Subang Mas di wilayah Hinterland Batam telah lama direncanakan sebagai lokasi sentra pertanian di Batam. Namun masih terganjal dana.

TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis mengungkapkan masalah yang menjadi kendala realisasi rencana pulau Subang Mas jadi sentra pertanian. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pulau Subang Mas di wilayah Hinterland Batam telah lama direncanakan sebagai lokasi sentra pertanian di Batam.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, telah berencana mengalokasikan sebagian lahan di Pulau Subang Mas untuk kegiatan pertanian.

Hal ini untuk menekan harga bahan pokok di Batam yang sebagian besarnya diperoleh dari luar daerah.

Akan tetapi, hingga saat ini, rencana pembangunan sentra pertanian itu masih menemui kendala.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, sejumlah lahan di Subang Mas masih dimiliki oleh masyarakat setempat.

"Kami sudah siapkan site plan untuk rencana itu, tinggal atasi masalah kepemilikan lahan ini, semisal Pemko Batam ambil alih lahan itu, atau bekerjasama dengan masyarakat yang punya lahan," ujar Mardanis, Kamis (11/2/2021).

Beberapa lahan di lokasi pulau, menurut Mardanis sudah diukur dan dipetakan.

JELANG Imlek 2021, Harga Daging di Pasar Tos 3000 Batam Turun

Selanjutnya, langkah pemerintah dapat berupa mengambil alih lahan tersebut dengan memberikan ganti rugi kepada masyarakat.

Untuk menyegerakan progres pembangunan sentra pertanian tersebut, Mardanis memprediksi rencana itu belum dapat terwujud di tahun ini. Pasalnya, pemerintah belum menganggarkan proyek tersebut di tahun 2021.

"Tahun ini nggak ada anggaran. Tanah milik warga juga belum dinilai, berapa besaran ganti ruginya, kita tunggu saja," ungkap Mardanis.

Rencananya, Pulau Subang Mas tidak hanya akan diperuntukkan bagi kegiatan pertanian saja, melainkan juga peternakan, dan perikanan. Apabila telah terealisasi, maka para petani dan peternak Batam dapat dipindahkan ke pulau itu.

"Namanya integrated framing, akan ada pertanian, peternakan dan perikanan di situ. Nanti semuanya petani kita yang ada itu akan dipindahkan di situ," tegas Mardanis. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved