KKB Papua Balas Dendam Kematian Anggotanya, Menyamar di Masyarakat Untuk Bunuh TNI

Penyerangan ini diduga ajang balas dendam yang dilakukan oleh kelompok KKB Papua karena anggotanya beberapa waktu lalu tewas di tembak TNI.

Editor: Eko Setiawan
ist
ilustrasi KKB Papua saat berada di markasnya di Intan Jaya 

TRIBUNBATAM.id |PAPUA - Perang antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin mencekam, bahkan kini kelompok KKB tersebut banyak yang menyamar dan berbaur di lingkungan Masyarakat.

Seorang Anggota TNI yang berjalan bersama rekannya menjadi korban penembakan.

Beruntung ia cepat tanggap dan bisa mengelak dari sasaran tembak kelompok KKB Papua saat itu.

Kendati sempat mengelak, namun pasukan TNI mengalami luka di bagian pelipisnya.

Sejuah ini, anggota TNI tersebut sudah dirawat dirumah sakit.

Penyerangan ini diduga ajang balas dendam yang dilakukan oleh kelompok KKB Papua karena anggotanya beberapa waktu lalu tewas di tembak TNI.

Baca juga: SOSOK Senior Kejam yang Dulu Hukum AHY dan Sepupunya, Justru Diajak Makan Ipar SBY

Baca juga: Kisah Irianto, 29 Tahun Jadi ASN di Tanjungpinang, Senang Bisa Bantu Warga sesuai Amanah

Baca juga: Lowongan Kerja PT Singatac Bintan, Ada Tiga Posisi yang Dibutuhkan, Ini Syaratnya

Kelompok kriminal bersenjata kembali menyerang prajurit TNI di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (12/2/2021).

Akibatnya, Praka Hendra Sipayung mengalami luka tembak di pelipis.

Komandan Distrik Militer 1705/Nabire Letnan Kolonel (Inf) Benny Wahyudi, saat dihubungi dari Jayapura, membenarkan informasi tersebut.

Benny mengatakan, peristiwa ini terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa.

Saat kejadian, Praka Hendra Sipayung tengah melintas di kampung itu bersama seorang rekannya pada pukul 15.15 WIT.

Baca juga: Corona di Tanjungpinang Kembali Serang Anak-anak, Satu Positif, Pasien Sembuh Tambah Tujuh

Baca juga: Andrea Belotti Calon Amunisi Baru AC Milan, Penerus Zlatan Ibrahimovic

Pelaku langsung melarikan diri setelah melepaskan satu tembakan.

”Saat ini korban telah dibawa ke Puskesmas Sugapa untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban dalam kondisi masih sadar meskipun terkena tembakan di bagian pelipis,” kata Benny.

Peta Kabupaten Intan Jaya
Peta Kabupaten Intan Jaya (kompas.id)

Ia mengungkapkan, diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang Hendra untuk membalas dendam setelah tewasnya salah satu anggota mereka di daerah Hitadipa.

Satuan Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider melumpuhkan satu anggota KKB bernama Peria Mirip dalam kontak tembak di Hitadipa pada 4 Februari lalu.

”Saat ini anggota kami dalam posisi status keamanan siaga satu.

Saya telah menginstruksikan seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dan patroli di daerah Sugapa,” ujar Benny.

Benny juga belum dapat memastikan, KKB yang melakukan aksi tersebut berasal dari kelompok mana.

Selama ini, diketahui ada dua KKB di Intan Jaya, yaitu kelompok pimpinan Undius Kogoya dan Sabinus Waker.

"Kami belum tahu (kelompok mana), karena sudah banyak pemain di Intan Jaya," kata Benny.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Praka Hendra Sipayung merupakan anggota Kodim Persiapan Intan Jaya.

Praka Hendra Sipayung ditembaki di depan lapak jualan warga, di pinggir Jalan Mamba, Sugapa Intan Jaya.

Penembakan terjadi saat Pemda, TNI Polri sedang melaksanakan rapat koordinasi terkait pemulangan warga masyarakat yang mengungsi dari perkampungan ke ibu kota Sugapa.

''Korban anggota TNI tertembak di bagian kepala sebelah kanan, dan berada dalam kondisi kritis.

Korban tak dapat di evakuasi keluar dari Intan Jaya, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.''

Kepala Polres Intan Jaya Ajun Komisaris Besar I Wayan G Antara, saat dihubungi secara terpisah, mengatakan, seluruh aparat Polres Intan Jaya juga dalam status keamanan siaga satu untuk mengantisipasi serangan KKB yang dipimpin Sabinus Waker itu.

”Saat ini anggota KKB masih bersembunyi di sejumlah lokasi di Sugapa. Jajaran Polres Intan Jaya bersama 130 anggota Brimob terus meningkatkan patroli untuk mengantisipasi serangan susulan KKB,” ujarnya.

Sebelum kasus ini, KKB telah melancarkan lima serangan di Intan Jaya sejak awal tahun ini.

Selain aparat keamanan, serangan KKB juga menyasar warga sipil dan fasilitas publik.

Sebelumnya, Pastor Yustinus Rahangiar selaku pemimpin perwakilan gereja Katolik di Intan Jaya mengatakan, sebanyak 600 warga mengungsi ke kompleks pastoran gereja di Bilogai. Warga mengungsi karena ketakutan dengan aksi-aksi KKB selama ini.

”Warga yang mengungsi ke kompleks kami berasal dari tiga kampung, yakni Bilogai, Kumbalagupa, dan Puyaguay.

Hingga saat ini mereka belum berani kembali ke rumah,” ungkap Yustinus. (kompas.id/KOMPAS.COM)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved