Kamis, 23 April 2026

KECELAKAAN MAUT

Kecelakaan Maut Minibus dan Truk, 1 Balita Tewas di TKP, 4 Korban Lainnya Kritis

Korban yang luka-luka adalah pengemudi bernama Oki Setia Budi (26), warga Kampung Bandung Wetan, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto; P

Editor: Eko Setiawan
Pixabay.com
Ilustrasi Kecelakaan Maut Minibus dan Truk, 1 Balita Tewas di TKP, 4 Korban Lainnya Kritis. korban yang kritis kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat 

TRIBUNBATAM.id |PURWAKARTA - Kecelakaan maut tewaskan seorang balita, dalam kecelakaan tersebut diketahui empat orang lainya juga mengalami luka serius.

Korban yang luka-luka adalah pengemudi bernama Oki Setia Budi (26), warga Kampung Bandung Wetan, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto; Pramu Fadlianto (37), Rohmatu Laili (30), dan Almira (6), ketiganya warga yang sama Perum Bumi Cimanggis Indah.

Kecelakaan lalu lintas terjadi ruas Tol Cipali KM 79 jalur B (Palimanan arah Cikopo), tepatnya di Kampung Cimahi, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Minggu (14/2/2021).

Kecelakaan itu menewaskan satu orang dan empat orang lainnya luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Abdul Radjak.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Tribunjabar.id, kecelakaan ini melibatkan minibus bernomor polisi S 1745 SN dengan truk bernomor polisi T 9215 DF.

Korban yang meninggal dunia ialah balita bernama Fahim Fadli Pratama (1,5) warga Perum Bumi Cimanggis Indah Blok G6, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Para korban kecelakaan ini adalah pengemudi dan penumpang minibus Innova.

Kanit Laka Lantas Polres Purwakarta, Ipda Jamal Nasir, menjelaskan awal mula kecelakaan ialah kendaraan Innova datang dari arah Palimanan menuju Cikopo.

"Saat di lajur lambat atau kiri, kendaraannya menabrak bagian belakang truk. Innova itu hilang kendali dan oleng ke kiri jalan hingga terperosok ke parit dan terguling," katanya.

Jamal belum dapat memberikan keterangan lantaran pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan tentang penyebab pastinya kecelakaan ini. (*)

Berita yang sama di Batam

Kecelakaan maut di kawasan industri PTK Kabil, Batam, Selasa (9/2/2021) sore, mendapat sorotan beberapa pihak.

Pasalnya, peristiwa nahas itu menyebabkan dua pelajar asal SMKN 6 Batam, Salman dan Paulus, meninggal dunia akibat mengalami luka berat di bagian kepala.

Hal ini pun menimbulkan komentar miring terkait alasan diperbolehkannya para siswa untuk berkendara ke sekolah.

Menjawab ini, Kepala SMKN 6 Batam, Deden Suryana ikut berkomentar.

“Berkendara itu menjadi sebuah kebutuhan. Apalagi akses transportasi umum tak menyentuh sekolah kami,” ungkap dia kepada Tribun Batam, Rabu (10/2/2021).

 Tewaskan Dua Pelajar SMKN 6 Batam, Ini Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Maut di Kabil

Oleh sebab itu, lanjut Deden, pihaknya mengimbau agar para siswa dapat melengkapi surat-surat dan kelengkapan lainnya selama berkendara.

“Ini menjadi hikmah bagi kami dan ke depan, kami juga akan membuat program safety riding bagi seluruh siswa,” tambah dia.

Ia mengatakan, walau masih dalam suasana duka, aktivitas di SMKN 6 Batam masih berjalan normal seperti biasanya. Bahkan, para guru dan siswa juga menyempatkan diri untuk melayat ke rumah duka keduanya.

Sebelumnya diberitakan, seusai menjalani praktik di sekolah, dua pelajar SMKN 6 Batam tewas di tempat seusai terlibat dalam kecelakaan maut di kawasan industri Kabil PTK, Batam, Selasa (9/2/2021) sore.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, kedua pelajar bernama Salman dan Paulus ini diketahui berboncengan dengan sepeda motor warna putih bernomor BP 4732 DQ menuju rumah masing-masing.

Setibanya di kawasan PTK, sepeda motor yang dikendarai keduanya bertabrakan dengan satu unit lori warna merah bernomor polisi BP 9547 DE.

Fakta Kecelakaan Maut di Batam

Diberitakan, tiga orang meregang nyawa di jalan dalam insiden kecelakaan di Batam yang terjadi di kawasan Kabil, Selasa (9/2/2021) lalu. 

Ada dua kecelakaan maut. Antara satu kecelakaan dan kecelakaan lainnya hanya berselang tiga jam.

Kecelakaan pertama terjadi sekira pukul 15.00 Wib, sedangkan kecelakaan kedua terjadi sekira pukul 18.00 Wib.

Kecelakaan maut ini menewaskan dua pelajar SMKN 6 Batam dan seorang petugas keamanan sebuah perusahaan di kawasan industri PTK Kabil.

1. Dua pelajar SMKN 6 Batam tewas di tempat

Kepala SMKN 6 Batam, Deden Suryana membenarkan dua pelajar yang tewas dalam kecelakaan maut di kawasan Kabil merupakan siswanya.

"Betul, korban murid kami. Keduanya berada di kelas 11 Teknik Pengelasan," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Batam, Selasa (9/2/2021).

2. Baru pulang praktik

Deden mengatakan, kejadian nahas itu terjadi saat keduanya pulang dari sekolah.

"Baru siap praktik. Baju mereka juga masih baju sekolah," tambah dia.

Dari Deden diketahui, jika kedua pelajar itu bernama Salman Alfarizi dan Paulus. Keduanya merupakan warga Kabil, Batam.

"Warga Kaveling Lama," katanya lagi.

3. Melibatkan sepeda motor dan lori

Diketahui, saat kecelakaan maut terjadi, dua pelajar SMKN 6 Batam ini mengendarai sepeda motor dengan pelat bernomor polisi BP 4732 DQ. Sedangkan lori bernomor polisi BP 9547 DE warna merah.

Kejadian nahas ini terjadi sekira pukul 15.00 WIB di Jalan Patimura atau kawasan PTK Kabil, Kota Batam.

4. Alami luka di kepala

Peristiwa itu sempat membuat heboh warga sekitar.

"Untuk kronologi masih kami dalami. Korban masih usia muda," ujar seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Barelang, Aipda Reza Pahlevi saat ditemui Tribun Batam tak jauh dari lokasi kejadian.

Reza mengatakan, kondisi korban sangat memprihatinkan seusai terlibat dalam kecelakaan maut ini.

Korban mengalami luka berat di bagian kepala.

"Sekarang keduanya sudah dibawa ke RS. Sudarsono Kabil. Keluarga korban belum dapat dikonfirmasi," katanya lagi.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul KECELAKAAN MAUT di Tol Cipali KM 79, Mobil Terguling Setelah Tabrak Truk, Seorang Balita Tewas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved