Ancaman Joe Biden untuk China, Sebut Siap Perang Seandainya Tiongkok Nekat Rebut ini dari Amerika

Joe Biden terbilang cukup keras menghadapi China. Bahkan baginya kemungkinan perang akan terjadi.

AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANG
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden yang saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing 

TRIBUNBATAM.id, AMERIKA SERIKAT- Ancaman Joe Biden pada China selepas sah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Presiden terpilih Amerika ini menyebut siap perang seandainya Tiongkok nekat merebut hal ini dari China.

Joe Biden terbilang cukup keras menghadapi China. Bahkan baginya kemungkinan perang akan terjadi.

Amerika Serikat (AS) disebut tidak akan ragu gunakan kekerasan jika memang diperlukan.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Melunak, Konfrontasi dengan Amerika Serikat Jadi Bencana Besar

Baca juga: Jelang Sidang Pemakzulan, Donald Trump Mundur dari Organisasi TV dan Radio Amerika Serikat

"Sebagai panglima tertinggi Anda, saya tidak akan pernah ragu menggunakan kekerasan untuk membela kepentingan vital rakyat Amerika, dan sekutu kami di seluruh dunia, bila perlu," tegas Biden dalam kunjungannya ke Pentagon.

"Misi yang sangat diperlukan dari Departemen Pertahanan adalah untuk mencegah agresi dari musuh kita, dan, jika diperlukan, untuk berperang dan memenangkan perang untuk menjaga keamanan Amerika," katanya.

Meski begitu, Biden mengatakan, penggunaan kekerasan harus selalu menjadi pilihan terakhir.

"Saya percaya, kekuatan harus menjadi alat pilihan terakhir, bukan yang pertama," ujar dia, seperti dikutip Yonhap.

Kunjungan Biden ke Pentagon yang pertama sejak ia menjabat sebagai Presiden AS.

Itu juga menandai perjalanan keduanya ke departemen pemerintah setelah lawatan ke Departemen Luar Negeri pekan lalu.

Saat kunjungan ke Departemen Luar Negeri, Biden menekankan pentingnya menemukan kesamaan.

Ia menyebutkan, diplomasi menjadi inti dari semua yang Amerika Serikat lakukan.

Dan, dia pun meminta pejabat pertahanan untuk membantu memastikan keberhasilan diplomasi tersebut.

"Saya juga tahu bahwa Anda adalah pusat dari pekerjaan diplomasi kami, tidak hanya sebagai penjamin utama keamanan kami, tetapi juga sebagai diplomat Anda sendiri," kata Biden.

Baca juga: KPU Sabu Raijua Beberkan Fakta Temuan Atas Dugaan Warga Amerika Serikat Menang Jadi Bupati

Baca juga: Sosok Orient P Riwu Kore, Bupati di NTT yang Ternyata Warga Amerika Serikat, Diusung Partai Ini

Kunjungan ke Pentagon juga ia lakukan ketika AS melakukan peninjauan postur pertahanan yang bisa menyebabkan pergeseran jumlah pasukan Amerika di luar negeri.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved